Share

Berburu Beasiswa Short “Course” di Belanda (3): Proses “Apply” Beasiswa

(Oleh PNS di RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro)

Bojonegoro (Media Center) – Pada tulisan bagian ketiga ini rencana awal saya akan bahas tentang “Motivation Letter/Motivation Statement’, yang untuk pendaftaran Universitas, tapi kok agak-agak malu karena yang saya buat tidak begitu bagus.

Jadi saya urungkan niat saya untuk membahas khusus mengenai tema itu pada bagian ketiga ini. Bagi pembaca yang minat untuk nanya contoh “Motivation Letter/Statement” bisa “googling”, dengan keyword “contoh motivation statement” dst, sudah banyak ditulis di blog-blog penerima beasiswa lainnya. Waktu itu saya juga begitu.

Baik, pada bagian ketiga ini saya akan menulis mengenai proses pendaftaran beasiswa. Dua jenis “short course” yang saya sudah dapat “Admission Letter” (LoA)nya tersebut tersedia untuk beasiswa “StuNed dan “Netherlands Fellowship Programmes” (NFP).

Proses Pendaftaran Bea Siswa “Stuned”

Ketika mendapat “admission letter”, salah satu sarannya, terutama yang dari “Wageningen University” adalah selain mendaftar NFP juga mendaftar StuNed agar kemungkinan mendapat fellowship semakin besar.

Karena menurut mereka porsi yang disediakan oleh NFP terbatas dan peminatnya biasanya banyak. Dari surat yang saya terima dari Wageningen University saya mendapat link website ini http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-short-courses.

Saya masuk ke web tersebut dan melihat persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran StuNed. Dari persyaratan tersebut saya sudah punya semua kecuali IBT TOEFL/IELTS, karena waktu deadline pendek kemungkinan tes yang bisa saya lakukan adalah ITP TOEFL Test.

Beberapa institusi seperti Australian Award Scholarship masih mengakui tes ini, tapi StuNed sepertinya tidak.

Karena ragu-ragu saya mengirim email ke contact yang tersedia, intinya saya menceritakan bahwa yang mungkin saya gunakan untk menunjukkan kemampuan bahasa adalah ITP TOEFL Test, saya menanyakan, apakah bisa?

Beberapa hari kemudian balasan email masuk, jawabannya tidak terlalu panjang yang intinya adalah “kami menyarankan Anda untk melakukan IBT TOEFL Test atau IELTS”, karena waktu sangat terbatas.

Dan tidak mungkin mendapatkan hasil diantara 2 tes tersebut sebelum deadline, akhirnya saya putuskan untuk tidak mendaftar StuNed.
Saya hanya konsentrasi untuk mendaftar NFP.

Proses Pendaftaran NFP
StuNed lewat ya…. sudah tidak mungkin mendaftar. Jadi mari kita bahas pendaftaran tentang proses pendaftaran NFP.

Proses pendaftaran NFP tidak lagi melalui NESO INDONESIA tapi melalui website ATLAS yang jika mendapat Admission Letter, link website ATLAS akan dicantumkan di dalam surat tersebut, beda Universitas akan beda link ATLASnya.

Saat mengirim Admission Letter, Universitas akan memberi semua informasi tentang proses pendaftaran NFP, yang ringkasannya sebagai berikut:

Summarized
You can only submit your NFP application through the online form once. It is not possible to edit your application once it has been submitted.
We therefore advise you to prepare all documents mentioned above very well beforeyou start with the online NFP application. We also advise you to make a print of theform before you submit it.
Before you start your NFP application, please prepare the following documents inadvance:
Motivation: (answering the following questions, stated by Nuffic)
What is the issue or problem you want to address in your country?
How will this course enable you to address this issue?
How will you address this issue with your position within yourorganisation?

Syarat-syarat tersebut di atas sempat membuat saya galau berhari-hari, hampir setiap hari saya menyempatkan diri di depan laptop pada malam hari setelah anak saya tidur untuk otak-atik format-format tersebut, karena kalau anak saya masih belum tidur, jadilah dia ingin ikut main laptop dan batal pula ngetiknya.

Sehari – dua hari…. belum ada progres yang berarti… seminggu… dua minggu…. belum juga, tambah galau tingkat mahadewa…. deadline aplikasi tidak sampai 1 bulan sejak menerima Admission Letter dari Wageningen University dan hanya 13 hari sejak menerima Admission Letter dari KIT / Koninklijk Instituut Voor de Tropen / The Royal Tropical Institute.

Sebenarnya saya waktu itu berharap mendapat contoh dari Mbak Yuni yang sebelumnya sudah pernah lulus NFP dan berangkat ke Wageningen, tapi sayang… karena dia Staf Kementerian Kesehatan jadi sibuk banget… muter-muter Indonesia terus..

jadi sudah kurang seminggu dari deadline, dia juga belum kelar…. haduh…….. tambah galau… yo wis lah.. tak garap dewe wae (saya kerjakan sendiri). Oiya, poin terakhir dari ringkasan di atas, Government Statement, untuk Indonesia termasuk yang tidak perlu menggunakan pernyataan tersebut, karena Indonesia tidak masuk list negara yang wajib memberikan pernyataan tersebut.

Persyaratan-persyaratan kecil-kecil mengenai identitas, tempat kerja, nama atasan dll sudah saya selesaikan dengan kertas oret-oretan supaya tinggal salin aja di ATLAS nanti, untk memperkecil kesalahan.

Langkah kedua, yang saya segera kejar untuk selesai adalah Employer Statement, karena harus ditandatangani Direktur Rumah Sakit tempat saya bekerja, takutnya kalau gak segera diselesaikan pas mau minta tanda tangan, beliau ke luar kota, kacaulah ambo ni….

Beberapa hari othak-athik format Employer Statement, akhirnya selesai, saya print dan titipkan ke sekpri Direktur, dengan memberi pesan ke dia, kalau Pak Direktur manggil saya, kabari ya… untung waktu itu Pak Direktur tidak ada ditempat, di rumah saya masih mikir-mikir mengenai Employer Statement, wah…. ternyata ketemu ada yang keliru….

Segera saya kontak sekpri Direktur: “Vik, aja dijalukno tanda tangan sik, ana sing keliru, sesuk tak ganti” (Vik, jangan dimintakan tanda tangan dulu, ada yang keliru, besok saya ganti). Setelah saya perbaiki, besoknya saya serahkan ke sekpri Direktur kemudian saya dipanggil untuk menjelaskan dan kemudian ditandatangani, Alhamdulillah….. ini surat yang sudah jadi:

Leave a Comment