Share

Berikut Rencana Belanja Prioritas Perubahan APBD Bojonegoro 2020

Bojonegoro, Media Center – Total belanja dalam perubahan APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 diprediksikan mencapai Rp. 5.709.495. 493.564 atau mengalami penurunan 10,85% dibanding alokasi Belanja dalam APBD 2020 sebelum perubahan yaitu sebesar Rp 6.404.502.179.188 yang dikelompokkan menjadi Belanja Tidak Langsung (BTL) dan Belanja Langsung (BL).

Ada beberapa Rencana Belanja Prioritas dalam Perubahan APBD tahun 2020 antara lain: pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 121 Km dengan alokasi sebesar Rp519.100.511.880; pembangunan jembatan di ruas Jalan Kabupaten 121 unit dengan alokasi Rp125.543. 418.000; Rehabilitasi jembatan sejumlah 56 Unit Rp43.614.845.903; pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 27 Km dengan alokasi Rp32.395.549.750; pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan sepanjang 17 Km dengan alokasi sebesar Rp118.204.770.484; pembangunan (lanjutan 2019) saluran dan trotoar dalam kota sebanyak 3 paket dengan alokasi sebesar Rp 22.570.313.600.

Kemudian pembangunan PJU sebanyak 95 lokasi dengan alokasi sebesar Rp44.402.347.828; Integrasi Pelayanan Kesehatan dengan BPJS sebagai Kabupaten UHC sebanyak 629.688 jiwa dengan alokasi sebesar Rp180.988.430.630; Program Petani Mandiri (PPM) dan Kartu Pedagang Produktif (KPP) sebanyak 65.000 petani dan 405 Kelompok Tani dengan alokasi sebesar Rp59 Milyar dan Kartu Pedagang Produktif dengan target 31.000 Kartu dengan biaya pendukung sebesar Rp760.654.000; pemberian beasiswa Scientist sebanyak 375 mahasiswa dengan alokasi sebesar Rp15 Milyar; pemberian beasiswa program 1 Desa 2 Sarjana sebanyak 860 mahasiswa dengan alokasi sebesar Rp 8.600.000.000; pemberian bantuan sosial Beasiswa Diploma dan Sarjana sebanyak 476 mahasiswa dengan alokasi sebesar Rp952 Juta; pemberian BPNT Daerah sebanyak 11.625 keluarga dengan alokasi sebesar Rp15.345.000.000; pemberian bantuan uang duka sebanyak 4.800 orang dengan alokasi sebesar Rp12.000.000.000; bantuan Sosial Asistensi Penyandang Disabilitas sebanyak 225 orang dengan alokasi sebesar Rp337.500.000; bantuan sosial untuk anak yatim dan anak terlantar Non Panti sebanyak 6.877 anak dengan alokasi sebesar Rp 10.315.500.000; bantuan untuk orang sakit menahun sebanyak 2.000 orang dengan alokasi sebesar Rp 3 Milyar;

Selanjutnya, perbaikan Atap Lantai Dinding (Aladin) bagi RTLH sebanyak 4.076 unit dengan alokasi sebesar Rp76.758. 781.684; Bantuan Modal BUMDes sebanyak 38 BUMDes dengan alokasi sebesar Rp3.800.000.000; Sharing BPPDGS untuk 68.910 santri dan 1.709 Ustad/Ustadzah dengan alokasi sebesar Rp34.694.100.000; Bantuan biaya pendidikan untuk MA (sekolah gratis) untuk 36 lembaga dengan jumlah siswa sebanyak 11.905 siswa dengan alokasi sebesar Rp 13.571.700.000; Membuka 100.000 Lapangan kerja baru melalui 8 jenis pelatihan dan 4 kali promosi fasilitasi bursa dengan alokasi sebesar Rp7.928.093.500; pemberian Tambahan Insentif GTT/PTT sebanyak 3.529 orang dengan alokasi sebesar Rp40.048.800.000; harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan sebanyak 2 kali dengan alokasi sebesar Rp 827.158.800.

Selain itu, Bojonegoro green dan smart city dengan kegiatan publikasi, dokumentasi, workshop penguatan komunikasi dan informasi dan jumlah desa yang aktif mengunggah dokumen melalui IT dengan alokasi sebesar Rp17.917.208.290; pelaksanaan Festival tahunan budaya Bojonegoro sesuai kalender tahunan wisata dengan alokasi sebesar Rp2.713.049.000; penataan Pasar Tradisional diantaranya Pembangunan dan rehab Pasar Banjarejo, Pasar Sroyo, Pasar Dander, Pasar Kalitidu, Pasar Kanor, Pasar Kedungadem, Pasar Malo, Pasar Padangan, Pasar Sugihawaras dan Pasar Margomulyo serta perencanaan Pasar Banjarjo II dengan total alokasi sebesar Rp65.987.659.498.

“Untuk belanja tidak langsung pada Perubahan APBD Tahun 2020 dialokasikan sebesar 2 Trilyun 663 Milyar 552 Juta 850 Ribu 413 Rupiah 46 Sen atau meningkat 20,05% dibanding alokasi sebelum perubahan yang mencapai 2 Trilyun 218 Milyar 647 Juta 317 Ribu 430 Rupiah,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan atas Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 bersama DPRD Bojonegoro secara virtual, Kamis (3/8/2020).

Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, pada Perubahan APBD Tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp1.066.872.038.041 atau mengalami penurunan 14,68% dibanding alokasi sebelum perubahan yang mencapai Rl 1.250.469.009.994; Belanja subsidi dari alokasi sebesar Rp223 juta tidak mengalami perubahan; belanja hibah dari aloksi sebesar Rp 220.454.394. 246 menurun 3,75% menjadi Rp229.046.639.021.

Kemudian elanja bantuan sosial dari alokasi sebesar Rp47.039.000.000 meningkat 15,56% dibanding alokasi sebelum perubahan yang mencapai Rp40.705.500.000; belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Pemerintah Desa, pada Perubahan APBD Tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp17.534.104.080 atau menurun 22,37% dibandingkan APBD Induk sebesar Rp22.586. 345. 515; belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/ Pemerintah Desa , pada Perubahan APBD Tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp614.350.276.029 atau mengalami penurunan 8,64% dibanding alokasi sebelum perubahan yang mencapai Rp 672.416.822.900; belanja tidak terduga, pada Perubahan APBD Tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp697.080.038.017 atau sebesar 21.683,75% dibanding alokasi sebelum perubahan yang mencapai Rp3.200.000.000.

“Peningkatan yang sangat signifikan tersebut sebagai antisipasi penanganan pandemi covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya,” pungkas Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro.(Dwi)

Leave a Comment