Share

BI Berharap Kebijakan Lokal Dioptimalkan

Bojonegoro (Media Center)- Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin bergantung paa pendapatan minyak dan gas bumi. Hal ini menimbulkan potensi dan tantangan saat produksi minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, meningkat.

Direktur Utama Bojonegoro Institute (BI), AW Saiful Huda, menyampaikan, produksi minyak saat ini sebesar 40.000 bph, dan bulan April 2015 menjadi 75.000-80.000 barel per hari (bpd).

“Sedangkan puncak produksi dapat mencapai 165.000-205.000 bpd,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia menyatakan, produksi di Blok Cepu akan berakhir di tahun 2035 dengan output 50.000 bpd. Jumlah tersebut belum termasuk pendapatan gas.

“Bandingkan dengan kondisi Indonesia saat ini dengan total produksi nasional 850.000 bpd dengan poensi penurunan hingga 600.000 bpd,” tambahnya.

“Ada beberapa kebijakan daerah dalam memasang strategi untuk memasuki era industrialisasi ini,” kata pria yang akrab disapa Awe ini.

Kebijakan lokal itu, lanjut pria kelahiran 1986 ini menyatakan, berupa Perda transparansi, perda konten lokal, perda penyertaan modal, perbup ADD Migas, perda PPID, perda penanggulangan kemiskinan dan perda dana abadi yang masih inisiasi.

“Kami berharap kebijakan-kebijakan tersebut benar-benar dioptimalkan,” tandasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment