Share

BKN Rilis Enam Aktivitas Ujaran Kebencian Berkategori Pelanggaran Disiplin ASN

Bojonegoro, 24/5 (Media Center) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menginstruksikan seluruh jajaran Pegawai negeri sipil (PNS) agar lebih bijak menggunakan media sosial. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 137 tahun 2018 tentang Penyebarluasan Informasi Melalui Media Sosial Bagi Aparatur Sipil Negara.

SE ini secara tegas memberikan batasan mengenai konten yang diunggah ASD di medsos masing-masing. Beberapa diantaranya adalah tidak menyebarluaskan berita yang tidak jelas sumbernya atau berita yang masih belum jelas kebenarannya (hoax).

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau kepada setiap pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk bisa mengawasi kegiatan media sosial di jajaran pegawai negeri sipil (PNS) pada masing-masing instansinya.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya sebaran aksi radikalisme, terlebih dengan maraknya aksi teror bom belakangan ini.

“Pada kesempatan yang baik ini, BKN mendorong agar PPK, Pejabat yang Berhak Mendukung, atasan langsung untuk mem-follow akun media sosial anak buah dan melakukan pemantauan,” kata Ridwan seperti yang dilansir ditikFinance beberapa waktu lalu.

Kepada para PNS, ia meminta untuk saling mengingatkan dan mencegah agar paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme bisa dihalau.

“Sesuai amanat Kepala BKN, silakan ingatkan jika sudah mengarah pada ujaran kebencian, intoleransi, memperkeruh suasana dan lainnya,” kata dia.

Berikut bentuk aktivitas ujaran kebencian yang masuk dalam kategori pelanggaran disiplin:

1. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah

2. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan

3. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian (pada poin 1 dan 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost Instagram dan sejenisnya)

4. Mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah

5. Mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah

6. Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana pada poin 1 dan 2 dengan memberikan like, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial.

ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pada poin 1 sampai 4 dijatuhi hukuman disiplin berat dan ASN yang melakukan pelanggaran pada poin 5 dan 6 dijatuhi hukuman disiplin sedang atau ringan. Penjatuhan hukuman disiplin itu dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan yang dilakukan oleh ASN tersebut.

PPK Instansi wajib menjatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.(*mcb)

Sumber: http://www.bkn.go.id/berita/enam-aktivitas-ujaran-kebencian-berkategori-pelanggaran-disiplin-asn

 

 

Leave a Comment