Share

BLH Bojonegoro Permasalahkan “Flare” Blok Cepu

Bojonegoro, 27/7 (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mempermasalahkan pembakaran gas “flare” minyak Banyuurip Blok Cepu yang masih menyala, meskipun izinnya sudah habis.

“Pembakaran gas “flare” lapangan Banyuurip Blok Cepu masa izinnya habis Juni. Tapi, sampai sekarang masih menyala,” kata Kepala Kepala BLH Pemkab Bojonegoro Elzadeba, Selasa (26/7).

Pembakaran gas “flare” lapangan minyak Banyuurip Blok Cepu dengan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu, katanya, ada di dua lokasi.

Sesuai perhitungan yang dilakukan, menurut dia, salah satu pembakaran gas “flare” besarnya mencapai 11 MMSCFD adalah singkatan dari “Million Standard Cubic Feet per Day” (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari.

“Kalau ditambah pembakaran gas “flare” yang satunya lagi besarnya bisa hampir mencapai 20 juta standar kaki kubik,” katanya, menegaskan.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan kondisi adanya pembakaran gas “flare” itu kepada Kementerian Lingkungan Hidup kalau memang masih tetap menyala sampai akhir Juli.

“Segera kami koordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup soal pembagas gas “flare” Blok Cepu ini,” tandasnya.

Sesuai keterangan yang diperoleh, lanjut dia, alasan pihak EMCL masih menyalakan pembakaran gas “flare” karena masih melakukan penyesuaian berbagai peralatan.

Humas EMCL Rexy Mawardijaya, membenarkan masih menyalanya pembakaran gas “flare” lapangan minyak Blok Cepu karena masih melakukan penyesuaian dan pengecekan berbagai peralatan di lapangan minyak Blok Cepu.

“Seperti fasilitas injeksi gas juga masih dalam tahap uji coba untuk memastikan bisa berfungsi efektif,” jelas dia.

Sesuai data menyebutkan produksi minyak lapangan Banyuurip Blok Cepu rata-rata berkisar 180 ribu-185 ribu barel per hari pada dua bulan terakhir.

Pada awal produksi Januari 2016, kata dia, besarnya produksi minyak lapangan Banyuurip di Kecamatan Gayam hanya mencapai 135 ribu barel per hari yang kemudian naik secara bertahap. (*/mcb)

Leave a Comment