Share

BLH Bojonegoro Prediksikan Ada Bau Gas Saat Uji Operasional di Blok Cepu

Bojonegoro, 31/10 (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, selama Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam proses tahap pengujian operasional (commisioning) dan start up akses unit penghilang gas, maka bau gas akan diprediksi terus muncul.

“Selama tahap commisioning, sedikit banyak akan muncul bau gas yang sama dengan peristiwa beberapa waktu lalu di Desa Mojodelik,” ujar Kepala Bidang Laboratorium, BLH, Hari Susanto, saat ditemui dikantornya, Senin (31/10).

Meski demikian, bisa dipastikan apabila dampak yang dirasakan oleh warga adalah mual, muntah, pusing, hingga pingsan lantaran gas yang keluar tersebut mengandung H2S atau Hidrogen Sulfida.

“Yang mengetahui cara untuk menghentikan bau ya jelas EMCL, namun tetap harus ada antisipasi di masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya meminta, agar sebelum melakukan commisioning, EMCL memberitahu warga sekitar daerah operasi. Hal ini agar warga dan EMCL bisa mengantisipasi jika ada bau gas yang menyengat. Antisipasi tersebut, bisa berupa masker, ataupun ketersediaan tenaga medis.

“Tenaga medis harus stand by, supaya warga cepat tertangani jika terjadi keracunan gas,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak EMCL telah meminta maaf atas ketidaknyamanan saat menjalankan operasional di Blok Cepu beberapa waktu lalu. EMCL akan mengambil tindakan untuk mengatasi kebocoran bau gas tersebut.

“Saat ini, kondisi di Blok Cepu sudah teratasi dan operasional berjalan normal,” tandas juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya.(dwi/mcb)

Leave a Comment