Share

BLH Bojonegoro Sarankan EMCL Pasang Penanda Arah Angin

Bojonegoro, 27/12 (Media Center) – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Elzadeba, menyampaikan, peristiwa enam warga Dusun Dawung Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, pada Minggu (18/12) lalu yang diduga keracunan gas H2S dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, perlu dicermati dengan sikap netral dan bijak.

“Hari ini kita ingin melihat langsung dan mengetahui fakta sebenarnya,” ujar Elzadeba, Selasa (27/12).

Selain sudah ada alat pendeteksi gas dan tim medis yang siaga 24 jam sejak November lalu, pihaknya juga menyarankan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk memasang penanda arah angin seperti windshock.

“Walaupun jarak dari flare EMCL ke sini hampir 2 km, tapi kita juga harus tau arah anginnya kemana, karena kan gas itu dibawa angin. Apalagi H2S itu massa jenisnya berat, belum tentu sampai kesini,” paparnya.

Pada saat pengecekan dilapangan, tim dari BLH  menanyai beberapa warga yang kebetulan hadir di dekat Balai Desa. Dari hasil pertanyaan yang diajukan, jawaban yang disampaikan warga berbeda-beda.

“Tapi mereka pada saat kejadian tidak mencium bau seperti telur busuk. Hanya bau seperti elpiji. Indikasi apakah itu H2S atau bukan, perlu dikaji lagi. Karena karakteristiknya berbeda,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment