Share

BLH Bojonegoro: Tidak Ada Limbah B3 di Tiung Biru

Bojonegoro (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, kegiatan produksi di Sumur Tiung Biru oleh Pertamina EP Asset IV tidak menghasilkan limbah Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala BLH, Elzadeba, mengatakan, kegiatan Pertamina EP Asset IV saat ini tidak lagi menghasilkan limbah B3 seperti serbuk bor, cairan kimia, atau bahan berbahaya lainnya karena kegiatan pengeboran sudah selesai.

“Kalau masih menghasilkan ya harus ada ijin B3 nya,” tegasnya, Jumat (22/7).

Dia menjelaskan, yang dimaksud dengan ijin B3 adalah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 18 Tahun 2009 tentang tata cara perijinan pengelolaan Limbah B3. Dalam hal ini, pengelolaan B3 meliputi penyimpanan sementara, pengumpulan, pemanfaatan pengolahan, dan penimbunan.

“Kalau di aturan baru yakni PP 101 tahun 2014, serbuk bor tidak dikategorikan limbah,” tukasnya.

Dia menyatakan, untuk minyak mentah bukan dikategorikan limbah B3, tapi apabila sudah berada di lokasi pengolahan ceceran minyak mentah bisa menjadi limbah B3. Dalam hal ini, Pokmas atau Kelompok Masyarakat yang melakukan pengangkutan minyak mentah wajib memiliki ijin pengangkutannya yang diterbitkan oleh Dirjen Perhubungan dan harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Kementrian Lingkungan Hidup (KHL).

“Kapasitas kami hanyalah pengawasan tempat penyimpanan sementara B3, tapi karena di Tiung Biru tidak ada limbah B3, tentu tidak perlu pengawasan,” imbuhnya.

Sementara itu, Legal and Relations Pertamina EP Asset Iv, Sigit Dwi Aryono, mengaku pada sumur Tiung Biru saat ini tidak menghasilkan limbah B3. Sehingga, ijin yang saat ini tengah diproses adalah ijin pengangkutan minyak mentah.

“Kami terus mendukung Pokmas agar mendapatkan ijin pengangkutan tersebut,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment