Share

BLH Cek Penggunaan Waduk EMCL

Bojonegoro (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pemantauan pemanfaatan air Bengawan Solo untuk  waduk milik operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Kasubid Pengawasan dan Kerusakan Lingkungan BLH Pemkab Bojonegoro Suliana, mengatakan,  EMCL telah menghentikan pengambilan air dari Bengawan Solo sejak juni.

Hal itu sudah tertuang dalam analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) Blok Cepu.

“Mereka sudah komitmen, pengambilan air dilakukan pada musim hujan. Karena debit air melimpah,” ucapnya.

Pada saat pengambilan air dari sungai Bengawan Solo tersebut, EMCL membutuhkan 0,94 meter kubik per detik untuk mengisi waduk yang sudah dibangun oleh kontraktor EPC 5 PT Rekayasa Industri-Hutama Karya.

“Jangan sampai EMCL melanggar komitmen soal pengambilan air Bengawan Solo,” ucapnya

Waduk air tersebut akan digunakan untuk menampung air dari Bengawan Solo yang dialirkan melalui pipa sepanjang 6.000 meter melalui Desa Sudu, Kecamatan Gayam.

Pipa-pipa itu juga melintasi jalan raya nasional Bojonegoro-Cepu dan perlintasan rel ganda kereta api. Pipa berdiameter 60 centimeter itu terpendam di dalam tanah sedalam 7 meter.(dwi/*mcb)

Leave a Comment