Share

BLH Pertanyakan Limbah di Sumur Tua

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, mempertanyakan penampungan limbah dari kegiatan penambangan minyak di sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kepada Pertamina EP Asset IV.

Bojonegoro (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, mempertanyakan penampungan limbah dari kegiatan penambangan minyak di sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kepada Pertamina EP Asset IV.

Kepala BLH, Tedjo Sukmono, mengungkapkan, selama ini untuk penataan lingkungan masih dianggap kurang karena pencemaran masih terjadi terus menerus. Hal ini dikarenakan, kegiatan di sumur tua memang tidak ada ijin sehingga apapun yang ada disana semuanya seenaknya saja.

“Mau seperti apa ya terserah para penambangnya, mau seperti apa pelanggarannya ya digasak saja,” ujar mantan kepala Dinas Pengairan itu.

Tedjo menyatakan, telah melaporkan hal tersebut ke Polres Bojonegoro agar diproses secara hukum. Akan tetapi, justru Kepolisian menyarankan agar BLH melaporkan pelanggaran tersebut ke Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).

“Jauh hari kami sudah melaporkan banyaknya kegiatan yang melanggar di sumur tua kepada polisi, tapi tanggapannya ya seperti itu tadi,” tegasnya.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu Pertamina EP Asset IV dari Jakarta mendatanginya meminta agar tidak lagi melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang ada di sumur tua karena berdampak pada proper yang mengalami penurunan drastic.

“ Kalau propernya sampai hitam, bisa-bisa di black list dan tidak boleh mengelola sumur tua lagi,” ujarnya. (re/*acw)

Leave a Comment