Share

Blok Cepu Sumbang Sekira 30 Persen Migas Nasional

Bojonegoro 5/1/2019 (Media Center) – Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurahman, mengatakan, keberadaan Lapangan Banyuurip dan Jambaran Tiung Biru (J-TB), Blok Cepu menjadi penyumbang kurang lebih 30 persen migas secara nasional.

“Bahkan 2-3 persen APBN kita dari sini, dari Bojonegoro ini,” ujarnya saat memberi sambutan pada pemancangan perdana proyek epc gpf di Jambaran-Tiung Biru, Jumat (4/1/2019).

Sehingga, jika terjadi sesuatu di Bojonegoro pasti semua jajaran di Pemerintah Pusat merasa khawatir. Karena, jika Lapangan Banyuurip mati maka akan kehilangan produksi 220 ribu barel per hari.

“Apalagi, informasi dari ExxonMobil cadangannya nambah 90 juta barel,” tandasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sigit Kushariyanto, mengatakan, pemancangan perdana proyek EPC GPF Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) menjadi momentum catatan sejarah yang luar biasa.

Keberadaan Jambaran-Tiung Biru akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bojonegoro dengan mengangkat harkat dan martabat serta membnatu percepatan pembangunan di daerah yang masih dalam urutan termiskin di Jawa Timur.

“Kekuatan APBD kita tahun ini mencapai Rp4,7 triliun dari sembilan tahun sebelumnya yang hanya Rp600 sampai Rp700 miliar,” ujar politisi asal Partai Golkar ini.

Bahkan, tahun 2018 adalah sisa anggaran atau silpa sebesar Rp2 miliar dikarenakan adanya transfer dari pusat melalui Dana Bagi Hasil Migas triwulan ke empat yang nilainya sangat besar.(*dwi/mcb)

Leave a Comment