Share

BMKG Perkirakan Bojonegoro Masih Diguyur Hujan Saat Kemarau

BOJONEGORO, 12/9 – PEMANDANGAN KEMARAU. Seorang pengendara sepeda kayuh melintas di jalanan kawasan hutan jati di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (12/9). Pengaruh kemarau yang kering, mengakibatkan kawasan hutan jati di daerah setempat yang luasnya hampir mencapai 50.000 hektare, sebagian meranggas, bahkan ada yang terbakar. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo.

Bojonegoro, 18/5 (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro saat ini tengah menghadapi musim kemarau. Hal ini dinyatakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melalui surat edaran beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimtologi Malang, Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan memasuki awal musim kemarau pada Dasarian I-III bulan Mei 2018. Dari keterangan ini, ada beberapa daerah yang mengalami musim kemarau lebih dulu dibanding wilayah lain di Kabupaten Bojonegoro, yakni Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Trucuk, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sumberrejo, Tambakrejo dan Temayang.

Namun, meski telah emmasuki musim kemarau, Bojonegoro masih akan diguyur hujan. Hal ini diperkirakan terjadi pada bulan Mei 2018, sebagian besar wilayah Bojonegoro akan turun hujan intensitas ringan sampai sedang selama 10 sampai 20 hari selama sebulan. Dan pada bulan Juni 2018 selama 10 hari selama satu bulan.

Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto mengatakan, pada saat puncak musim kemarau di wilayah Bojonegoro, perlu diwaspadai kemungkinan terjadi kekeringan. Ia mengimbau agar warga waspada dan mencari sumber air alternatif lain dan melaporkan ke pihak pemdes setempat.(*mcb)

Leave a Comment