Share

Bojonegoro Akan Miliki Wisata Edukasi Gerabah

Bojonegoro, 12/3 (Media Center) – Bojonegoro, Jawa Timur, yang mencanangkan 2016 sebagai tahun sadar wisata masih harus berjuang keras untuk berbenah.

Paling tidak untuk bisa sejajar dengan kabupaten tetangganya Lamongan dan Tuban, daerah setmepat harus mampu memaksimalkan potensi desa sebagai kawasan wisata. Salah satunya Desa Rendeng, Kecamatan Malo, yang memiliki potensi gerabah bisa menjadi pilihan.

Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia Wahyu Setiawan, Minggu (12/3), menjelaskan Desa rendeng, Kecamatan Malo, dengan potensinya gerabah sangat berpeluang menjadi objek wisata edukasi dengan skala Nasional.

Apalagi, lanjut dia, lokasi Desa Gerabah, berada di tepian Bengawan Solo, sehingga memiliki lokasi yang strategis dengan pemandangan yang indah.

Oleh karena itu, menurut dia, pemkab juga harus segera menyosialisasikan wisata edukasi kewiarausahaan secara dini kepada anak-anak melalui lembagai pendidikan yang ada.

“Sosialisasi juga bisa dilakukan melalui sekolah alam selain sekolah kewirausahaan,” tandasnya.

Dimintai konfirmasi terpisah Kepala Desa Pemerintahan Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Bojonegoro Muslich, menjelaskan wisata edukasi gerabah di desanya sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Lokasi wisata edukasi yang akan dikembangkan di atas tanah seluas 1 hektare itu merupakan tanah kas desa (TKD) di tepian Bengawan Solo.

Saat ini, lanjut dia, di lokasi setempat sudah dibangun tebing sepanjang 120 meter selebar 20 meter dengan biaya Rp1,18 miliar bantuan BNPB dan dari APBDes Rp275,5 juta, pada 2016.

“Tebing berfungsi untuk mengamankan lokasi agar tidak tergerus longsoran tebing Bengawan Solo, selain untuk mengamankan tebing dari longsoran,” tuturnya.

Menurut dia, dalam proses pembangunan tebing sempat terjadi longsoran sepanjang sekitar 30 meter, tetapi langsung diperbaiki.”Perbaikan longsoran dengan mengisi tanah,” ucapnya.

Ia memberikan gambaran di lokasi tanah seluas 1 hektare setempat akan dibangun gedung museum gerabah, gedung edukasi gerabah, dan berbagai fasilitas wisata lainnya, seperti gazebo, jongging trak.

Untuk merealisasikan lokasi wisata edukasi gerabah untuk pembangunan berbagai fasilitas menelan biaya Rp12 miliar.”Ya, saya harus mencari anggaran dari luar, selain dari APBDes,” ucapnya.

Ia mentargetkan lokasi setempat menjadi wisata edukasi bisa direalisasikan pada 2019. (*/mcb)

Leave a Comment