Share

Bojonegoro Akan Terima Alat Deteksi Banjir Dari Jepang

Bojonegoro (Media Center) –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan Japan International Cooperation Agency (JICA) akan memberikan peralatan peringatan dini atau Early Warning System (EWS) sebanyak lima unit untuk mendeteksi saat banjir dari luapan Bengawan Solo mulai mengancam.

Kepala Pelaksana BPBD, Andik Sudjarwo, mengatakan, untuk mendapatkan peralatan peringatan dini banjir dari luapan Bengwan Solo tersebut, BPBD harus mengajukan proposal melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Sekarang ini, kami mengumpulkan foto meluapnya Bengawan Solo, terutama yang merendam tanaman padi,” ungkapnya, Jumat (22/4).

Dengan adanya EWS tersebut, perkembangan ketinggian air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro bisa terpantau melalui telepon selular setiap waktu. Selain itu juga mampu memantau besarnya curah hujan.

“Peralatan peringatan dini banjir dari JICA itu mampu memantau fluktuasi ketinggian air Bengawan Solo setiap waktu,” imbuhnya.

Sebelum memberikan peralatan peringatan dini banjir luapan sungai Bengawan Solo, beberapa waktu lalu tim JICA pernah memantau kondisi luapan sungai Bengawan Solo.

“Januari lalu mereka datang bersama BPBD Provinsi Jatim melihat kondisi Bengawan Solo dan sekitarnya,”  imbuh Andik.

Nantinya, peralatan peringatan dini untuk banjir atau EWS akan dipasang di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, di Kecamatan Balen, dan Desa Semambung, Kecamatan Kanor.

Selain itu, juga akan dipasang di Kali Kening Kecamatan Trucuk, yang airnya masuk ke Bengawan Solo dan taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota.(dwi/mcb)

Leave a Comment