Share

Bojonegoro Alokasikan Rp52,3 Milyar Untuk AK Mandiri

Bojonegoro (Media Center) – Dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro terus dibenahi. Salah satunya adalah dengan adanya program pembangunan Akademi Komunitas (AK) Bojonegoro. Hal ini menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Bupati Bojonegoro, Suyoto beserta SKPD terkait dengan pembina Polinema Malang yang juga mewakili Ditjen Dikti, Siswoko di Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/5).

Dalam pertemuan ini, didapat kepastian soal pembangunan gedung Akademi Komunitas (AK) Bojonegoro yang rencananya berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan dander. Untuk pembangunan ini, Pemkab Bojonegoro mengucurkan anggaran mencapai Rp52,3 miliar di 2016 dari total kebutuhan anggaran yang mencapai Rp100 miliar.

Kondisi di Kabupaten Bojonegoro sendiri telah memiliki Rintisan AK yang telah aktif selama lima tahun terakhir. Untuk menjadi AK Mandiri, Kabupaten Bojonegoro menyatakan telah memiliki lima persyaratan dari enam ketentuan yakni memiliki Tim pelaksana daerah, perguruan tinggi pembina, tempat perkuliahan sementara, dana bansos/hibah dari Pemerintah daerah untuk kegiatan operasional dan adanya hibah tanah dari pemerintah daerah untuk pembangunan kampus. Sedangkan item keenam yang belum adalah adanya hibah dari pemerintah daerah berupa bangunan/gedung perkuliahan.

“Saya meminta agar seluruh dinas pendidikan dan AK agar melakukan identifikasi semua kebutuhan dan bagaimana cara agar bisa memenuhi kebutuhan AK Bojonegoro ini,” terang Suyoto.

Ia menegaskan tentang rencana pengembangan Rintisan AK menjadi AK mandiri dari sisi tenaga pengajar itu memperhatikan  tiga aspek. Yakni, dosen atau tenaga pengajar yang sudah mengelola jika memenuhi syarat, diijinkan. Kedua, jika ada dari SMK yang berminat alih fungsi dan memadai, diperkenankan. Ketiga adalah mencari dari luar yang akan memperkuat sehingga mempertegas visi agar tidak salah arah.

“Management dan dosen harus diutamakan ,baru kemudian infrastruktur pendukung seperti gedung,” lanjutnya.

Sementara itu Perwakilan Ditjen DIKTI Polinema, Siswoko menyampaikan, bahwa pertemuan kali ini dalam rangka menyampaikan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Dikti Polinema. Siswoko menyampaikan bahwa dalam hal ini Dikti merekomendasikan agar AK Bojonegoro secepatnya mengajukan untuk menjadi AK Mandiri bukan lagi Rintisan AK. “Berdasarkan penilaian secara prinsip,  Rintisan AK Bojonegoro sudah bagus dan memadai, namun sebisa mungkin segera legalisasi untuk jadi AK Mandiri,” ujarnya.(mcb)

Leave a Comment