Share

Bojonegoro Dilanda Banjir Bandang Akibat Curah Hujan Tinggi

Bojonegoro, 22/2 (Media Center) – Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, dan Dander, dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,50 meter -1 meter akibat curah hujan tinggi.

Kepala UPT Pengairan Dinas Pengairan di Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro Imam Musholi, di lokasi banjir bandang, Kamis (22/2), menjelaskan banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, akibat curah hujan tinggi dari wilayah selatan.

“Curah hujan di Dam Klepek, Kecamatan Sukosewu hanya 54 milimeter. Jadi datangnya air banjir bandang sekitar pukul 03.00 WIB karena hujan deras dari wilayah selatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan desa yang sekarang ini dilanda banjir bandang yaitu Desa Semawot, Kalicilik, Sukosewu, Sidodadi, Klepek, Sumberjo Kidul, di Kecamatan Sukosewu, dengan ketinggian berkisar 0,70-1 meter.

Dampak banjir bandang mengakibatkan ratusan rumah warga di desa setempat terendam air bercampur lumpur dengan ketinggian berkisar 0,70 -1 meter. Selain itu, sejumlah sekolahan SDN di sejumlah desa yang dilanda banjir bandang juga libur.

“Siswa SDN di desa-desa yang dilanda banjir bandang sekarang libur karena sekolahannya masih terendam air banjir bandang,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, belum ada warga yang mengungsi karena masih mengamankan barang-barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi. Termasuk mengungsikan ternak sapi juga kambing.

“Ada ratusan ekor ternak yang diungsikan di tempat yang lebih tinggi,” ucapnya.

Selain itu banjir juga merendam jalan poros Kecamatan Temayang ke arah Kecamatan Sukosewu, sepanjang sekitar 3 kilometer dengan ketinggian air rata-rata 1 meter.

Akibatnya jalan Kecamatan Temayang-Sukosewu lumpuh tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, juga roda empat, hingga sekarang ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, menambahkan di sejumlah desa, seperti Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, banjir bandang saat ini sudah surut.

“Tim BPBD sekarang meluncur ke lokasi untuk melakukan penebalan tanggul kritis di Sukosewu agar tidak jebol,” kata dia menjelaskan. (*/mcb)

Leave a Comment