Share

Bojonegoro Gelar Sosialisasi Bersih-Bersih Sungai

Bojonegoro, 20/9 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (20/9), mengelar sosisialisasi program pengurangan risiko bencana dengan agenda bersih-bersih sungai Bengawan Solo di enam lokasi.

“Gerakan bersih-bersih sungai dari berbagai aneka sampah di enam lokasi di Bengawan Solo dengan mengerahkan 1.000 orang dijadwalkan minggu keempat Oktober,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Dalam sosialisasi itu dihadiri jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala desa (kades) yang menjadi lokasi bersih-bersih sungai, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan program bersih-bersih sungai itu merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Oleh karena itu program bersih-bersih sungai tahun ini tidak hanya dilaksanakan di Bengawan Solo mulai hulu sampai hilir, tetapi juga dilaksanakan di Sungai Brantas dan Citarum.

Ia menyebutkan daerah yang juga menggelar bersih-bersih sungai yaitu di berbagai daerah di Bengawan Solo hulu Jawa Tengah, juga hilir Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan sampai Gresik.

“Kegiatan bersih-bersih sungai dari berbagai aneka sampah akan diawali dengan apel di lokasi Bendung Gerak yang akan diikuti 1.000 orang,” paparnya.

Sesuai rencana, katanya, sasaran bersih-bersih sungai dari berbagai aneka sampah yaitu di lokasi Bendung Gerak Bengawan Solo di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.

Selain itu di Kecamatan Kalitidu di luar lokasi Bendung Gerak, Kecamatan Dander, Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Kota, Malo dan Trucuk.

“Sudah kita persiapkan peralatan untuk mengangkut sampah yang ada di enam lokasi yang menjadi titik bersih-bersih sungai,” tandasnya.

Terkait dengan program bersih-bersih sungai, ia menegaskan harus bisa berjalan berkelanjutan.

Oleh karena itu seluruh satuan kerja perangkat daerah (SPKD) di jajaran pemkab, kecamatan, desa, Perum Jasa Tirta (PJT), juga pihak terkait lainnya memprioritaskan program bersih-bersih sungai.

“Adanya program bersih-bersih sungai maka sungai bisa membawa manfaat bagi masyarakat, seperti untuk sarana transportasi, wisata dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan sungai di Indonesia kondisinya belum tertata dibandingkan dengan sungai-sungai di luar negeri.

“Sungai yang ada di Tanah Air masih menjadi tempat pembuangan berbagai aneka sampah, tapi di luar negeri ikan saja dicarikan tempat bisa bergerak leluasa di sungai,” katanya menegaskan. (*/mcb)

u dihadiri jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala desa (kades) yang menjadi lokasi bersih-bersih sungai, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan program bersih-bersih sungai itu merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Oleh karena itu program bersih-bersih sungai tahun ini tidak hanya dilaksanakan di Bengawan Solo mulai hulu sampai hilir, tetapi juga dilaksanakan di Sungai Brantas dan Citarum.

Ia menyebutkan daerah yang juga menggelar bersih-bersih sungai yaitu di berbagai daerah di Bengawan Solo hulu Jawa Tengah, juga hilir Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan sampai Gresik.

“Kegiatan bersih-bersih sungai dari berbagai aneka sampah akan diawali dengan apel di lokasi Bendung Gerak yang akan diikuti 1.000 orang,” paparnya.

Sesuai rencana, katanya, sasaran bersih-bersih sungai dari berbagai aneka sampah yaitu di lokasi Bendung Gerak Bengawan Solo di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.

Selain itu di Kecamatan Kalitidu di luar lokasi Bendung Gerak, Kecamatan Dander, Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Kota, Malo dan Trucuk.

“Sudah kita persiapkan peralatan untuk mengangkut sampah yang ada di enam lokasi yang menjadi titik bersih-bersih sungai,” tandasnya.

Terkait dengan program bersih-bersih sungai, ia menegaskan harus bisa berjalan berkelanjutan.

Oleh karena itu seluruh satuan kerja perangkat daerah (SPKD) di jajaran pemkab, kecamatan, desa, Perum Jasa Tirta (PJT), juga pihak terkait lainnya memprioritaskan program bersih-bersih sungai.

“Adanya program bersih-bersih sungai maka sungai bisa membawa manfaat bagi masyarakat, seperti untuk sarana transportasi, wisata dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan sungai di Indonesia kondisinya belum tertata dibandingkan dengan sungai-sungai di luar negeri.

“Sungai yang ada di Tanah Air masih menjadi tempat pembuangan berbagai aneka sampah, tapi di luar negeri ikan saja dicarikan tempat bisa bergerak leluasa di sungai,” katanya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment