Share

Bojonegoro Gelar “Travel Fair” 2-3 November

Bojonegoro, 22/10 (Media Center) – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Abiparo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Bojonegoro “Travel Fair” 2016, untuk mempromosikan pariwisata di daerah setempat, pada 2-3 November.

“Sampai hari ini sudah ada 96 pendaftar peserta Bojonegoro “Travel Fair” dari berbagai daerah di Tanah Air,” kata Ketua Abiparo Bojonegoro Wahyu Setiawan, di Bojonegoro, Sabtu (22/10).

Sesuai data yang sudah masuk, katanya, pendaftar Bojonegoro “Travel Fair” dari Malang, Pacitan, Batu, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Jakarta, Bali, juga daerah lainnya di Tanah Air. Dalam kegiatan itu peserta dikenai biaya Rp1,5 juta per peserta, untuk lokasi menginap peserta, juga akomodasi lainnya.

Pelaku wisata yang mendaftar itu, katanya, dari “buyer” (pembeli) atau seller (penyedia jasa wisata), mulai hotel, biro perjalanan wisata, penyedia kuliner, cinderamata, pelaku wisata lainnya.

Berdasarkan peserta yang sudah mendaftar itu, ia memperkirakan transaksi dalam acara Bojonegoro “Travel Fair” pada 2-3 November dari pelaku usaha wisata bisa mencapai Rp20 miliar.

Sebagai contoh, ia mengaku dirinya sebagai biro perjalanan wisata memiliki agenda mengantar wisatawan ke Bali, dengan nilai untuk menginap di hotel bisa mencapai Rp400 juta per tahunnya.

Perhitungan itu, lanjut dia, tidak termasuk perhitungan biaya kuliner, transportasi, juga kunjungan ke sejumlah objek wisata.

“Pemkab sangat mendukung kegiatan Bojonegoro “Travel Fair” karena menjadi ajang promosi pariwisata,” kata Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Suyanto menegaskan.

Sesuai agenda Bojonegoro “Travel Fair” akan diisi berbagai kegiatan, antara lain, pameran kuliner khas Bojonegoro, pameran sejumlah objek wisata, juga kegiatan lainnya.

Dalam kegiatan itu peserta juga akan diajak mengunjungi objek wisata api abadi Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, selain menikmati kesenian tradisional khas daerah setempat. (*/mcb)

Leave a Comment