Share

Bojonegoro Gelar Untuk Percepat Pembangunan Waduk Gongseng

Bojonegoro (Media Center) – Waduk Gongseng adalah salah satu proyek nasional yang masuk dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Proyek ini terletak di Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Waduk ini memiliki kapasitas 14,75 juta meter kubik yang fungsinya untuk memenuhi kebutuhan irigasi bagi 6200 ha lahan pertanian dan menyediakan air baku 300 liter perdetik.

Ali Rahman selaku pimpinan Proyek Waduk Gongseng menjelaskan bahwa proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan akan selesai pada 2 Desember 2017. Dia menambahkan ada 3 hal yang harus dipenuhi dalam pengerjaan proyek tersebut, pertama adalah lahan untuk konstruksi 32ha, kedua adalah lahan untuk relokasi warga 80ha, dan ketiga adalah lahan untuk genangan seluas 328ha. Untuk saat ini hanya tersedia lahan seluas 8,5ha untuk konstruksi.

“Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan pengerjaan waduk ini terancam terhenti akibat permasalahan lahan dikawasan hutan yang sampai saat ini belum ada titik temu,” urainya, Selasa (26/4).

Untuk menghindari ancaman tersebut, Bupati Bojonegoro menggelar pertemuan di Rumah Dinas Bupati dengan beberapa pihak terkait mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Perhutani, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan jajaran di pemerintahan Bojonegoro. Tak hanya itu, dalam pertemuan ini menghadirkan pula aparat keamanan baik TNI maupun Polri serta Kejaksaan Negeri Bojonegoro, dan pimpinan DPRD.

Perum Perhutani mengatakan kawasan hutan adalah ada dibawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Dijelaskan, untuk pembangunan Waduk Gongseng ini ada tiga skema yakni pinjam pakai tanpa kompensasi, kompensasi dengan penanaman dan tukar menukar kawasan hutan.

Melihat kondisi tersebut, skenario yang dimungkinkan adalah pinjam pakai kawasan hutan (PPKH), dan tukar menukar kawasan hutan (TMKH).

Untuk percepatan penyelesaian permasalahan tersebut, Bupati menyanggupi untuk mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan bahkan akan menghadap sendiri dalam waktu dekat. Dalam surat kepada menteri juga akan dilampirkan Rekomendasi dari Gubernur dan Pertimbangan Teknis dari Dirut Perhutani.

“Selain itu draft surat kepada Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan juga harus selesai pada hari ini juga, sampai malam jam berapapun saya tunggu untuk saya tandatangani,” tandas Bupati.(humas/mcb)

Leave a Comment