Share

Bojonegoro Gelar Workshop Bahas DAK

Bojonegoro (Media Center) – Pemkab Bojonegoro menggelar workshop implementasi perundangan terkait pengelolaan monografi desa, aset desa dan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2016, Selasa (3/5). Acara yang berlangsung di Pendopo Malowopati ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono.

Kepala Bagian Pemerintahan, Supi Haryono dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka memberikan arah dan pemahaman kepada aparatur pemerintah guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Memberikan pemahaman tentang manajemen aset desa sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1  Tahun 2016.

“Termasuk pengelolaan data monografi desa sesuai dengan permendagri nomer 13 tahun 2012 dan  Pengelolaan DAK bidang pendidikan sesuai perbup no 8 tahun 2016,” terangnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga gelombang, gelombang pertama dengan 173 peserta meliputi camat se-Kabupaten Bojonegoro dan kepala desa di wilayah Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Sekar, Trucuk, Gondang, Kedewan, Kasiman, Purwosari, Tambakrejo, Malo, Bubulan dan Gayam. Gelombang II dilaksanakan pada 9 Mei yang meliputi wilayah kecamatan Ngambon, Temayang, Sumberejo, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru dan Baureno. Sedangkan gelombang III meliputi wilayah Kalitidu, Ngasem, Bojonegoro, Kapas, Balen, Sukosewu, Sugihwaras dan Dander.

Sementara itu, Wabup menjelaskan, masalah DAK khusus pendidikan harus diawasi secara serius. Sehingga tidak ada anak atau sasaran DAK yang tidak tercover. Demikian juga pada penyaluran dan penggunaan DAK yang harus diawasi agar jangan digunakan di luar peruntukan.

“Harapan dengan adanya DAK ini meningkatkan partisipasi anak-anak di bangku SMA dan menekan angka putus sekolah. Selain itu, jika ada warga yang menempuh pendidikan non formal juga harus diberikan perhatian,” pungkasnya.

Leave a Comment