Share

Bojonegoro Harapkan Prosesi Pengambilan Api Menarik Wisatawan

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengharapkan prosesi pengambilan api di Kayangan Api di Kecamatan Ngasem,  yang kemudian dilanjutkan Grebeg Berkah Jonegaran”, mampu menarik wisatawan domestik (widom) dan wisatawan manca negara (wisman).

“Harapan kami pengambilan api di Kayangan Api dan Grebeg Berkah Jonegaran mampu menarik wisdom, bahkan juga wisman,” kata Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid, di Bojonegoro, Selasa (20/10).

Ia mengakui prosesi pengambilan api abadi di Kayangan Api dan Grebeg Berkah Jonegaran, yang baru berjalan dalam tiga tahun hanya dikunjungi warga lokal.

Oleh karena itu, menurut dia, kegiatan Grebeg Berkah Jonegaran untuk tumpeng gunungan yang berisi berbagai hasil pertanian, jumlah diperbanyak, dari satu tumpeng gunungan menjadi 28 tumpeng gunungan.

“Setiap kecamatan yang ada di Bojonegoro, memperoleh kesempatan untuk mengirimkan tumpeng gunungan hasil pertanian untuk memperbesar acara Grebeg Berkah Jonegaran,” katanya, menegaskan.

Pengambilan api abadi di Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Senin (19/10), diawali dengan Tari Gambyong Wani-Wani, yang dibawakan 13 penari, yang mengeliling api.

Para penari menari dengan mengeliling api, dengan membuang bunga yang ada di dalam bokor, dan kemudian dilanjutkan pengambilan api oleh juru kunci setempat.

Api yang diambil dengan obor itu, kemudian diserahkan Camat Ngasem Machmuddin, untuk selanjutnya diserahkan kepada pelari. Dengan berlari sejauh 15 kilometer lebih, kemudian api itu diserahkan kepada Bupati Bojonegoro Suyoto, untuk selanjutnya dilakukan kirab tumpeng hasil pertanian dalam acara Grebeg Berkah Jonegaran.

Api abadi di Kayangan Api di desa setempat, pada tahun lalu pernah dimanfaatkan untuk pengambilan api PON Remaja dan pengambilan api PON 2000. (sa/mcb)

Leave a Comment