Share

Bojonegoro Keluarkan Perbup Tentang Santunan Kematian Warga Miskin

Bojonegoro, 14/12 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, memberikan santunan kematian bagi masyarakat miskin berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor. 49 tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Santuan Kematian Bagi Masyarakat Miskin.

Perbup santunan kematian bagi keluarga miskin itu ditetapkan oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah tertanggal tertanggal 21 November 2018.

“Maksud diberikannya santunan kematian bagi masyarakat miskin di daerah adalah sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat miskin yang anggota keluarganya meninggal dunia,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Pemkab Bojonegoro Heru Sugiyarto, di Bojonegoro, Sabtu (14/12).

Selain itu, lanjut dia, pemberian santunan kematian itu juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat miskin kalau ada keluarganya yang meninggal dunia.

Dalam perbup itu disebutkan besarnya santunan kematian sebesar Rp2,5 juta/orang yang alokasinya masuk dalam APBD. Santunan kematian yang diberikan untuk untuk digunakan sebagai biaya pemakaman atau hal-hal lain yang dianggap perlu untuk kepentingan warga yang meninggal dunia.

Terkait permohonan santunan kematian diajukan secara tertulis oleh ahli waris kepada bupati melalui bagian kesejahteraan rakyat sekretariat daerah, dengan berbagai persyaratan yang telah ditentukan.

Adapun persyaratan yang ditentukan antara lain, selain berbagai persyaratan administrasi seperti surat kematian, juga yang lainnya.

Dalam mengajukan permohonan santunan kematian diajukan selambat-lambatnya 30 hari kerja sejak warga yang bersangkutan meninggal dunia.

Warga yang bisa mengajukan santunan kematian yaitu warga dari keluarga miskin yang menetap atau tinggal sekurang-kurangnya enam bulan di Bojonegoro dan terdaftar dalam basis data. (*)

Leave a Comment