Share

Bojonegoro Masuk Ajang UNPSA Internasional Pengelolaan Sampah

Bojonegoro, 7/2 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masuk dalam ajang “United Nations Public Service Award” (UNPSA) yang digelar PBB dalam pengelolaan sampah, karena mampu mengelola sampah untuk dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kementerian PAN-RB mengusulkan Bojonegoro dalam pengelolaan sampah masuk ajang UNPSA yang digelar PBB,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah, Selasa (6/2).

Pihaknya, lanjut dia, baru mulai mempersiapkan proporsal terkait pengelolaan sampah di daerahnya yang akan dikirimkan di ajang UPNSA.

Hanya saja, menurut dia, PBB akan memilih proporsal yang masuk dari berbagai daerah lainnya yang juga terkait dalam pengelolaan sampah untuk bisa dipresentasikan dalam penilaian di Den Haag Belanda.

Lebih lanjut ia menjelaskan semula daerahnya masuk dalam Top 99 Inovasion Award yang kemudian berlanjut masuk 35 Top Inovasion Award yang diselenggaran Kementerian PAN-RB.

Dalam pengelolaan sampah di daerahnya terbagi menjadi produk pupuk kompos, gas buang atau gas metan dari aktivitas di tempat pembuangan Sampah.

“Gas metan hasil pengolahan sampah dimanfaatkan warga sekitar menjadi bio gas. Jadi beberapa rumah tangga di sekitar tempat pembuangan sampah kini memanfaatkan gas metan untuk kegiatan memasak mereka,” paparnya.

Ia juga juga mengatakan pemulung di sekitar tempat penimbunan sampah (TPS) di Desa Kalisari, Kecamatan Trucuk, diberi kesempatan membuka Bank Sampah Patrol 21.

“Pendapatan bank sapah mampu meningakatkan ekonomi para pemulung dan membuat tata kelola manajemen sampah menjadi lebih baik,” ucapnya.

Pihaknya, katanya, mampu menciptakan alat pengolah limbah plastik termasuk dengan bahan tas plastik bahan bakar minyak (BBM) berupa solar.

“Perhitungannya 10 kilogram limbah plastik mampu menghasilkan solar 5 liter. Sekarang peralatannya mampu menghasilkan BBM solar dari bahan plastik 30 liter per hari, yang semula hanya 5 liter per hari,” ucapnya.

Solar yang dihasilkan, katanya, dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan BBM truk pengangkut sampah dan peralatan penghancur plastik. (*/mcb)

Leave a Comment