Share

Bojonegoro Panen Raya Lagi

Kuartal pertama di tahun 2014 ini, hampir seluruh lahan pertanian di Bojonegoro Jawa Timur, telah memasuki masa panen

Bojonegoro (Media Center) – Kuartal pertama di tahun 2014 ini, hampir seluruh lahan pertanian di Bojonegoro Jawa Timur, telah memasuki masa panen, hari ini (25/3/2014) salah satu kawasan yang sedang melaksanakan panen raya adalah di Desa Beji, Kecamatan Kedewan.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2013 lalu, Bupati Bojonegoro yang akrab dipanggil dengan sebutan Kang Yoto, secara terbuka mengingatkan para petani di Bojonegoro agar segera melakukan tanam padi, kala itu, Bojonegoro baru saja dihantam banjir luapan Bengawan Solo.

“Kita harus segera bangkit, dengan segera melakukan tanam kembali, maka kalau banjir lagi ruginya sedikit,” katanya kala itu. Tampaknya himbauan tersebut diikuti oleh petani di Bojonegoro, sehingga pada awal tahun 2014 ini, hampir seluruh lahan pertanian melaksanakan panen raya.

Panen raya di Desa Beji juga dihadiri oleh Kang Yoto, didampingi oleh 2 staf ahli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bojonegoro.

“Petugas Penyuluh Lapangan harus mengerti apa kemauan petani, apa kemauan tanah, apa kemauan bibitnya, dan apa kemauan pupuknya,” pesan Kang Yoto (25/3/2014). Sebelumnya, secara khusus untuk pertanian di Bojonegoro, Suyoto sempat mengeluarkan 11 instruksi khusus.

“Saya sudah mengeluarkan 11 instruksi supaya produksi pangan ini bisa meningkat. Termasuk pengelolaan lahan, pengendalian hama, benih harus terus diperbaiki, kemampuan petani terus ditingkatkan, kerja sama dengan berbagai ahli, penggunaan teknologi tepat guna, penguasaan teknologi IT kemudian kelembagaan sampai bagaimana pengelolaan pasca panen semua dalam rangka supaya pertanian kita menjafi meningkat hasilnya jadi maksimal,” papar Kang Yoto.

Ia menambahkan, kalau ingin mendapatkan hasil panen yang bagus, maka semua pihak harus mampu berkomunikasi. “Bagaimana Nabi Sulaiman dapat membangun kerajaan yang kuat, karena Nabi Sulaiman diberi kemampuan istimewa untuk dapat mengerti bahasa binatang,” tambahnya. (*/jkmcb)

Leave a Comment