Share

Bojonegoro Punya Perbup untuk Atasi Kelangkaan Pupuk

Dalam implementasinya, dijelaskan pendistribusian pupuk ke tingkat petani masih akan melibatkan pihak kelompok tani, namun terbatas pada pengawasan saja. Ketua kelompok tani akan dijadikan pengawas. Jadi tidak lagi mengurusi pendistribusian pupuk

Bojonegoro (Media Center) – Laporan dari masyarakat mengenai distribusi pupuk, mendapat tanggapan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bojonegoro Jawa Timur, Basuki. “Karena kuota pupuk secara nasional mengalami pengurangan, seyogyanya para petani lebih bijak dalam menggunakan pupuk, yakni secara berimbang,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan jatah 30,8 persen, maka, masih menurut Basuki, untuk mengatasi masalah tersebut Pemkab Bojonegoro telah melakukan langkah-langkah strategis. Yakni mengkonsentrasikan jatah pupuk hanya pada musim tanam serta optimalisasi distribusi pupuk sesuai Peraturan Bupati (Perbub) No. 22 Tahun 2014.

Ia menjelaskan, inti dari Perbup tersebut adalah pemberlakukan satu kios satu desa. “Hal itu bertujuan untuk mendekatkan pelayanan, sehingga tidak ada lagi biaya angkut yang menyebabkan harga pupuk diatas HET. Karena petani bisa mengambil langsung di sekitar tempat tinggalnya,” tambahnya.

Pelaksanaan Perbup tersebut, menurut Basuki, akan mulai dilakukan evaluasi pada minggu kedua bulan Mei ini, sementara masih dalam bulan Mei, pihaknya juga akan melakukan verifikasi hingga ke tingkat petani. Dalam implementasinya, dijelaskan pendistribusian pupuk ke tingkat petani masih akan melibatkan pihak kelompok tani, namun terbatas pada pengawasan saja. “Ketua kelompok tani akan dijadikan pengawas. Jadi tidak lagi mengurusi pendistribusian pupuk,” pungkas Basuki. (*/numcb)

Leave a Comment