Share

Bojonegoro Sepakat Gelar Pilkada Damai

Bojonegoro, 26/1 (Media Center) – Dalam rangka mensukseskan Pilkada Serentak tahun 2018 yang Guyub Rukun dalam memilih Pemimpin yang bermartabat di Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, Polres Bojonegoro menggelar acara Penandatanganan Komitmen bersama tentang Sinergitas Polri, TNI, Pemkab, KPU, Panwaslu dan Kejaksaan Negeri. Bojonegoro di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, jumat (26/1/2018).

Dalam acara penandatanganan Komitmen bersama tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro, Forkopimda Kab. Bojonegoro, Ketua KPU kab. Bojonegoro, Ketua Panwaslu kab. Bojonegoro, para Kapolsek, para Danramil serta seluruh Kepala SKPD di lingkup Pemkab Bojonegoro.

Selain itu, dalam rangka pengamanan penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kab. Bojonegoro tahun 2018, Polres Bojonegoro menandatangani nota kesepahaman (Mou) antara Polres Bojonegoro dengan KPU dan Polres Bojonegoro dengan Panwaslu yang disaksikan oleh Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD, dan Dandim 0813 Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP. Wahyu S. Bintoro, dalam sambuatannya menyampaikan komitmen bersama ini dimaksudkan untuk mewujudkan situasi pilkada serentak 2018 yang lancar dan kondusif. Kegiatan ini adalah tahapan awal, karena ditahun 2019 mendatang akan ada agenda nasional yakni pilpres dan pileg. Oleh karena itu, jika pilkada serentak tahun 2018 ini bisa berjalan dengan aman dan lancar, maka pada pilpres dan pileg 2019 akan aman juga.

“Diharapkan semua pihak bisa bersinergi, bekerjasama dan berkolaborasi guna mensukseskan pilkada 2018 yang kondusif, sehingga setiap tahapan pilkada bisa berjalan dengan aman dan nyaman, serta tingkat partisipasi masyarakat bisa semakin tinggi,” kata Wahyu S. Bintoro

Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyampaikan, negara atau daerah yang maju adalah negara atau daerah yang tingkat kesejahteraannya terus naik, dan bisa melakukan suksesi dengan baik.

Karena daerah ini bukanlah kerajaan yang pemimpinnya turun menurun, maka diperlukan pemilihan kepala daerah secara demokrasi. Karena seorang pemimpin diperlukan untuk mengayomi dan melindungi rakyat, selain itu untuk memberikan keputusan yang kredibel.

” Oleh karena itu, tugas kita bukan sekedar guyub rukun tapi melahirkan pemimpin yang dikehendaki rakyat yang bisa mensejahterakan rakyat, dan ujian kita dapatkah memilih pemimpin yang bermartabat dan menciptakan pemimpin yang bermartabat. Karena hakekatnya rakyat yang berkehendak pemimpin yang melaksanakan,” pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment