Share

Bojonegoro Siapkan 430 Destana Bertahap

Bojonegoro, 10/4 (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro hingga saat ini telah membentuk 11 desa tangguh bencana (Destana) di sejumlah kecamatan di bantaran Sungai Bengawan Solo. Sebelas Destana yang sudah terbentuk adalah Desa Piyak, Kabalan, Cangakan, Sarangan, Kedungprimpen, dan Gedongarum yang semuanya ikut Kecamatan kanor. Kemudian Desa Kalisari, Kecamatan Baurno, Desa Tulungagung Kecamatan Malo, Desa Bogo Kecamatan Kapas, serta Desa Mojo dan Pilangsari, Kecamatan Kalitidu.

“Destana yang terbentuk ini berasal dari anggaran APBD dan APBN. Untuk APBD tahun 2018 ini ada tiga desa yakni Piyak, Kabalan dan Cangakan,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Siswanto, di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

Rencananya, secara bertahap Pemkab Bojonegoro akan membentuk Destana ini tidak hanya pada desa di bantaran Bengawan Solo, melainkan di 430 desa yang tersebar di 28 Kecamatan.

Ia menjelaskan, setiap Destana membentuk kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari 30 orang yang berasal dari elemen masyarakat mulai perangkat desa, Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Bidan Desa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, guru TK/MI, dan relawan.

Pokja tersebut, lanjut Pak Eko, sapaan akrab Eko Siswanto, dibagi dalam kelompok pra dan pascabenca. Untuk pra bencana terdiri dari kelompok tim reaksi cepat (TRC), evakuasi, keamanan, dapur umum, dan trauma healing.

Sedangkan untuk kelompok kesehatan bertugas pada saat dan pasaca bencana. Semua kelompok itu telah diberi pelatihan tentang bagaimana cara menghadapi dan mengatasi bencana.

“Pokja ini telah di SK-kan oleh masing-masing desa, agar bisa dianggarkan dalam APBDes,” tegas Pak Eko.

Ditambahkan, tujuan dibentuknya Destana ini agar masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi ancaman bencana, dan memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan.(*dwi/mcb)

Leave a Comment