Share

Bojonegoro Sosialisasikan Sadar Aministrasi Kependudukan

Bojonegoro, Media Center – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menggelar sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi kependudukan dan pemanfaatan data oleh instansi/OPD Kecamatan Se Kabupaten Bojonegoro.

Sosialisasi dilaksanakan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Gayam, Selasa (19/11/2019). Dihadiri Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, dan diikuti 15 Camat, 182 Kepala Desa, Polsek dan Koramil di wilayah Barat.

Camat Gayam, Agus Hariana mengucapkan terimaksih karena Kecamatan Gayam menjadi tuan rumah sosialisasi. Namun mantan Plt. Kepala Ketahanan Pangan, itu meminta maaf sosialisasi tidak bisa dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Gayam karena atap pendapa jebol tersapu puting beliung.

“Kalau sosialisasi dilaksanakan di sana, kami khawatir. Karena atapnya rapuh,” ujarnya memberikan sambutan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bojonegoro, M. Chosim, menjelaskan tujuan sosialisasi ini untuk mendorong masyarakat sadar tentang administrasi kependudukan. Sebab berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kata dia, semua pemberian bantuan sosial (Bansos) harus didasarkan pada Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Sehingga tidak ada tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan begitu program dari pemerintah pusat, dengan kabupaten dan desa bisa singkron,” tegasnya.

Untuk mendorong masyarakat sadar administrasi kependudukan ini, tambah dia, Pemkab Bojonegoro telah memberikan satu set peralatan untuk pelayanan administrasi kependudukan. Yakni satu laptop, kamera, siganuter pot, single print.

Diharapkan melalui pemberian peralatan ini masyarakat dapat memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara cepat, mudah dan murah. Sebab masyarakat tidak perlu lagi mengurus administrasi kependudukan di Disdukcapil. Tapi cukup di kecamatan masing-masing.

“Saat ini kita telah menerapkan tanda tangan elektronik atau TTE dalam kepengurusan administrasi kependudukan. Tapi tahun ini baru untuk kartu keluarga. Kedepan TTE akan kita terapkan untuk semua administrasi kependudukan,” pungkasnya.

Bupati Anna Muawanah menegaskan, administrasi kependudukan ini sangat penting untuk mendukung dan mensukseskan program-program yang dilaksanakan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Sebab dengan pengelolaan sistime administrasi kependudukan yang baik akan menghasilkan data yang akurat.

“Dengan data yang akurat, program-program yang dilaksanakan dan diberikan bisa tepat sasaran,” tandasnya.

Oleh karena itu, Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro meminta kepada pemerintah desa untuk memaksimalkan peran RT dan RW dalam pendataan. Karena mereka yang mengetahui secara persis kondisi di lingkungannya masing-masing.

“Sebab jika administrasi kependudukannya salah tentu akan menghasilkan data sampah,” pungkasnya.(Dwi)

Leave a Comment