Share

Bojonegoro Sudah Salurkan Pendapatan Desa Rp252,55 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sudah menyalurkan angaran untuk desa (419 desa) sebesar Rp252,55 miliar dari alokasi Rp329 miliar, baik dari APBN maupun APBD tk II, sebagai sumber pendapatan desa 2015.

“Anggaran sumber pendapatan desa dari APBN seuanya sudah diterima desa, juga anggaran dari APBD. Jadi, tidak ada alasan bahwa di desa tidak ada kegiatan pembangunan,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Bojonegoro Supi Haryono, di Bojonegoro, Sabtu (31/10).

Mengenai penyaluran pendapatan desa itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menyatakan bahwa penyaluran pendapatan desa yang sudah dilakukan secara maksimal di daerahnya itu menjadi “darah segar” perekonomian di masyarakat.

“Pendapatan desa yang sudah disalurkan itu akan menjadi “darah segar” di tengah melambatnya perekonomian secara Nasional,” katanya, menegaskan.

Lebih lanjut Supi menyebutkan sumber pendapatan desa dari APBN dan APBD tk II sebesar Rp252,55 miliar itu, per Oktober.

Sumber pendapatan desa itu, jelas dia, dari alokasi dana desa (DD) dari APBN. Selain itu, dari alokasi dana desa (ADD), bagi hasil pajak (BHP) dan bagi hasil retribusi (BHR), ketiganya dari APBD tk II.

“Saat ini kami memproses penyaluran pendapatan desa dari APBN dan APBD tahap ketiga,” ucapnya.

Ia menyebutkan besarnya DD tahun ini untuk daerahnya mencapai Rp116 miliar. Sedangkan besarnya ADD, BHP dan BHR, pada 2015, mencapai Rp213 miliar.
Dari 419 desa di daerahnya, yang belum mencairkan yaitu dua desa di Kecamatan Trucuk dan satu desa di Kecamatan Gayam.

Yang tahu persis pihak kecamatan di wilayah desa itu. Hanya secara umum tiga desa itu belum menyelesaikan pelaporan pemanfaatan anggaran desa sebelumnya,” tuturnya. (*/mcb)

Leave a Comment