Share

Bojonegoro Targetkan SIMDA Berjalan di Semua Desa

Tuban (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mentargetkan sistem informasi manajemen desa (SIMDA) terkait sistem pelaporan keuangan desa bisa berjalan semuanya di 430 desa/kelurahan di daerah setempat, pada 2017.

“Target kami SIMDA sudah bisa berjalan semuanya di 430 desa/keluarahan pada 2017,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Pemkab Bojonegoro Djumari, di Tuban, Minggu (19/12).

Dalam pertemuan dengan 26 Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sumberrejo, yang didampingi camatnya Ilham, ia menjelaskan untuk merealisasikan SIMDA itu, dibutuhkan persiapan yang matang terkait sumber daya manusia (SDM) di desa juga kelengkapan perlengkapan teknologi informasi (TI).

“Desa di seluruh Kecamatan Sumberrejo, akan menjadi percontohan, yang sekarang ini sudah ada tujuh desa yang mulai menerapkan SIMDA,” ucapnya.

Diharapkan dengan adanya desa di Kecamatan Sumberrejo, yang sudah menerapkan SIMDA, maka desa dan kelurahan lainnya di daerahnya, akan ikut menerapkan SIMDA.

Lebih lanjut ia menjelaskan menyongsong pelaksanaan SIMDA itu, juga akan dilakukan dengan menyiapkan tenaga pendamping di setiap desa yang memahami masalah TI.

Di lain pihak, lanjut dia, pemkab juga akan menetapkan kriteria tambahan untuk proses rekrutmen perangkat desa, dengan menambah persyaratan baru yaitu calon perangkat desa harus mampu menguasai TI.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, menambahkan dalam melaksanakan SIMDA di daerahnya itu, seluruh camat (28 kecamatan) dan perwakilan desa, sudah pernah mengikuti workshop atau pelatihan SIMDA yang digelar BPKP, pada 15 Desember lalu.

“Target kami kesiapan TI di 430 desa/kelurahan, sudah terealisasi, pada 2017,” tandasnya.

Menurut dia, penerapan SIMDA di semua desa/kelurahan itu merupakan bagian keterbukaan infomasi publik di desa, sebagaimana diamanatkan di dalam UU keterbukaan informasi publik dan desa. (*/mcb)

Leave a Comment