Share

Bojonegoro Tolak Impor Beras Dari Pemerintah Pusat

Bojonegoro, 22/1 (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Suyoto, menolak keras rencana Pemerintah Pusat untuk melakukan import beras yang dinilai merugikan petani. Terlebih, stok beras di Kabupaten Bojonegoro melimpah saat panen raya.

“Bulan ini saja, panen di Kecamatan Kanor mencapai 8.227 hektar,” kata Bupati Suyoto disela-sela kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa
Kecamatan Kanor, Senin (22/1/2018).

Sementara di bulan Februari panen luas mencapai 35.779 hektar , Maret seluas 25.694 hektar, April seluas 3.527 hektar. Sedangkan Desember sampai Mei mencapai 78.200 hektar. Selama panen raya berlangsung sampao bulan April, perkiraan produksi padi mencapai 500.480 ton.

“Tahun 2016 saja, kita bisa produksi hingga 1.580.000 ton padi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian, Sulaiman, menegaskan, tidak akan membuka kran impor. Selain mendengar keluhan petani, juga adanya dukungan baik pemerintah daerah dan oemerintah provinsi yang memiliki Pergub adanya larangan impor.

“Kita punya bupati dan gubernur yang hebat, saya kira impor hanya akan dilakukan pada tahun 2016 dan 2017 saja,” tutupnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment