Share

Bojonegoro Waspada Hama Saat Datang Kemarau Basah

Bojonegoro, 14/7 (Media Center) – Sedikitnya 59,5 hektare tanaman padi diserang hama wereng batang cokelat (WBC) di sejumlah tempat di Bojonegoro. Kemarau basah yang kini terjadi di Bojonegoro, berpotensi meluasnya serangan hama tanaman padi.
 
Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, jumlah total yang diserang hama WBC, sebanyak 59,5 hektare. Dengan rincian, sebanyak 54 hektare serangan ringan. Kemudian kategori berat sebanyak 3,5 hektare dan puso sebanyak 2 hektare.
 
Sedangkan total luas tanaman padi yang harus diwaspadai yaitu 601 hektare. Data ini terhitung pertengahan Juni hingga pekan pertama bulan Juli 2017.”Jadi, potensi meluasnya yang harus diwaspadai,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro Bambang Sutopo pada13 Juli 2017.
 
Daerah yang yang diserang hama , sebagian besar berada di Bojonegoro bagian selatan. Seperti Kecamatan Kapas, Dander, Temayang, Sukosewu,  Ngasem, Ngambon, Tambakrejo dan beberapa kecamatan di bagian utara. Seperti Malo, Kasiman, Trucuk, Kanor, Sumberejo dan Baureno. Daerah ini, sudah panen pada akhir Juni silam.
 
Sedangkan yang kini tengah memasuki masa panen, yaitu areal persawahan di pinggir Sungai Bengawan Solo. Di antaranya di Kecamatan Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Malo, Trucuk, Kanor dan Kapas. Daerah aliran sungai inilah yang kini masuk status pengawasan wereng. “Ya, karena padi sudah mendekati panen,” imbuh Bambang Sutopo.
 
Cholis, 35 tahun, petani asal Kecamatan Kapas mengatakan, panen akhir Juni lalu, banyak tanaman padi rusa. Penyebabnya karena serangan hama yang terus-menerus. Akibatnya, sawah orang tua yang dikelolanya, hanya menghasilkan separo. Harusnya, dari 1 hektare luas tanaman milinya, hanya menghasilkan 3,5 ton dari seharusnya 7 ton gabah.”Jadi, turun,” ujarnya pada Tempo Kamis 13 Juli 2017. Dia menyebutkan, untuk antisipasi serangan hama , dirinya menanam polowijo di sawahnya. Ada kacang, kedelai, jagung dan sejenisnya.”Itu memutus mata rantai hama ,” paparnya.
 
Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, di sejumlah tempat di kabupaten ini, tengah memasuki kemarau basah. Meski kemarau, tetapi di sejumlah tempat masih terjadi turun hujan. Pemerintah Bojonegoro menyarankan petani untuk sementara menghindari tanam padi. “Fungsinya memutus mata rantai hama ,” ujar Kepala Dinas Pertanian Ahmad Jupari pada Kamis 13 Juli 2017.
 
Sedangkan, tanaman non-padi, yaitu jagung seluas 41278 hektare, kedelai 10244 hektare, kacang hijau 268 hektare, kacang tanah 3266 hektare, bawang merah 1259 hektare, cabai besar 110 hekare dan cabai rawit 48 hektare.(mcb)

Leave a Comment