Share

Dinas Peternakan Bojonegoro Imbau Warga Periksakan Ternak

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghimbau warga yang memiliki ternak di daerah bekas banjir, untuk memeriksakan hewan ternaknya, karena rawan terserang penyakit.

“Rumput bekas banjir yang dimakan ternak, biasa membawa penyakit dari air banjir,” kata Kasi Pengamatan Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan (P4H)  Dinas Peternakan dan Perikanan, Indra Firmansyah, Sabtu (5/3).

Ia mengatakan setelah banjir biasanya hewan ternak, baik jenis unggas, sapi maupun kambing rawan terserang penyakit.

Banjir ini, kata dia, biasanya membawa bibit penyakit, menyebabkan hewan luka karena terkena material yang dibawa banjir. Sedangkan setelah banjir ancaman rumput yang mengandung zat-zat beracun, bibit cacing dan lain-lain.

“Selain karena virus, penyakit itu rentan menyerang hewan ternak juga karena setres,” ujarnya, Sabtu (5/3).

Beberapa penyakit yang banyak menyerang hewan ternak di Bojonegoro paling banyak yaitu penyakit cacingan. Penyakit itu, kata dia, termasuk penyakit hewan menular strategis. Sedangkan penyakit individual, pada tahun 2015, demam tiga hari atau flu, menyerang 3.816 hewan ternak.

Penyakit Gudig, 742 ekor, indigesti (gangguan pencernaan) 479 ekor, enterity (mencret), menyerang hewan ternak sebanyak 246 ekor, Tympani (kembung) 527 ekor, retensio 249 ekor, sapi melahirkan yang kandungannya ikut keluar (prolapsus uteri) 312 ekor, mastitis (radang pada puting) disebabkan infeksi 74 ekor.

Sementara akibat banjir bandang yang terjadi pada tahun ini di Bojonegoro beberapa hewan ternak terdampak penyakit. Seperti di Desa Sugihan, Kecamatan Temayang, yang terdampak sebanyak 7 ekor, 4 ekor sapi jantan dan 3 ekor sapi betina milik Jumiran.

“Kandangnya memang dekat dengan sungai. Matinya (hewan ternak) karena tenggelam,” ungkapnya.

Selain di Temayang, banjir bandang juga menyerang hewan ternak yang ada di Desa Tambak Merak, Kecamatan Kasiman, sebanyak 209 ekor sapi, milik 139 kepala keluarga. Di Desa Tambakromo, Kecamatan ada 20 rumah hewan.

“Lima ekor sapi hanyut, milik pak Sutar, berhasil ditemukan dan masih hidup,” jelasnya.

Beberapa hewan ternak yang terdampak banjir bandang, kata dia, juga sudah mendapat suntikan dari dokter hewan yang ada di puskeswan setempat.(dwi/mcb)

Leave a Comment