Share

BPBD Bojonegoro Amankan Tanaman Padi 800 Hektare

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat “igiran” di sejumlah lokasi, di atas tanggul sepanjang 1,5 kilometer di Kecamatan Baureno, untuk mengamankan tanaman padi seluas 800 hektare.

“Kalau tanggul tidak “diigir”, maka air Kali Pundung Kembar akan melimpas dan merendam tanaman padi seluas 800 hektare,” kata Wakil Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bojonegoro Agus Salin, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan BPBD mengerjakan perbaikan tanggul Pundung Kembar dengan membuat “igiran” dibantu masyarakat di desa setempat. Lokasi tanggul yang diberi “igiran” yaitu di sejumlah desa di Kecamatan Baureno.

“Pengamanan tanggul dengan “igiran” menghabiskan 2.200 karung plastik, 100 sesek dan 30 terpal, sudah selesai,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, genangan air di Kali Pundung Kembar, di daerah setempat juga sudah mulai surut.”Luapan Kali Pundung Kembar terjadi, akibat hujan deras di wilayah selatannya, sepekan lalu,” jelas dia.

Ia menyebutkan lokasi tanaman padi seluas 800 hektare yang berhasil diamankan yaitu di Desa Karangdayu, Kauman Kadungrejo dan Pucangarum, semuanya di Kecamatan Baureno.

“Tanaman padi seluas 800 hektare kita amankan atas permintaan masyarakat, karena tinggal dua pekan lagi panen,” ucapnya, menambahkan.

Kepala Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, Subhan, menambahkan genangan air yang merendam tanaman padi di desanya seluas sekitar 150 hektare sudah mulai surut.

Begitu pula, menurut dia dia, tanaman padi di sejumlah desa, antara lain, Desa Straturejo, Kauman, Pomahan, juga di Kecamatan Baureno, juga sudah surut.

“Rata-rata tanaman padi yang terencam air banjir Kali Pundung Kembar berusia sekitar sebulan. Karena terendam air banjir, semuanya “klenger”. Sekarang petani berusaha menyelamatkan tanaman padinya dengan menambah pupuk, agar segera sehat kembali,” paparnya. (*/mcb)

Leave a Comment