Share

BPBD Bojonegoro Distribusikan Air Bersih, Kekeringan Meluas

Bojonegoro, 10/9 (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan kesulitan air bersih semakin meluas, karena berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemarau di daerahnya akan berlangsung sampai Oktober.

“Warga yang kesulitan air bersih akan terus bertambah, sebab kemarau akan berlangsung sampai Oktober,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia, Senin (10/9).

Sesuai data di BPBD menyebutkan kesulitan air bersih dialami warga di 27 desa yang tersebar di 12 kecamatan meningkatkan dibandingkan pemetaan yang dilakukan terkait kesulitan air bersih diperkirakan hanya melanda 26 desa di 10 kecamatan.

“Kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Menurut dia, tidak semua desa yang mengajukan permintaan air bersih mencantumkan jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih.

Di Kecamatan Sumberrejo, yang warganya mengalami kesulitan air bersih, lokasinya di empat desa, tapi tidak dilaporkan jumlah warga yang kesulitan air bersih.

Yang jelas, ia memastikan bahwa alokasi anggaran yang tersedia sebesar Rp200 juta untuk pengadaan air bersih akan mencukupi untuk mencukupi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan air bersih.

“Saya kira alokasi anggarannya mencukupi. Sesuai perhitungan alokasi anggaran Rp200 juta bisa untuk pengadaan sekitar 500 tangki air bersih (6.000 liter per tangki),” ucapnya menjelaskan.

Ia menambahkan BPBD mendistribusikan air berish secara bergilir di desa yang warganya mengalami kesulitan air bersih dengan memanfaatkan dua truk tangki air, masing-masing truk mendistribusikan dua rit per hari.

“Pendistribusian air bersih dilakukan secara bergilir. Kalau ada pihak swasta ikut mendistribusikan air bersih diperboleh sepanjang dilaporkan kepada BPBD untuk koordinasi,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Forpimka Kecamatan Sekar, hari ini juga ikut mendistribusikan air bersih sebanyak satu truk tangki air ke Dusun Sumbergale, Desa Baren, Kecamatan Sekar, karena ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang kesulitan air bersih. (*/mcb)

Leave a Comment