Share

BPBD Bojonegoro Imbau Masyarakat Beri Informasi Benar

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau masyarakat memberi informasi yang benar soal kejadian kebakaran, mulai pemukiman, gudang, warung, juga bangunan lainnya, yang disampaikan melalui telepon 113 juga melalui telepon kantor.

“Kalau informasi kebakaran yang disampaikan melalui telepon tidak benar, akan menyusahkan petugas pemadam kebakaran BPBD yang datang ke lokasi,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Sabtu (22/8).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak mempermainkan petugas pemadam kebakaran, sebab tidak mungkin petugas mengecek kebenarannya terlebih dulu, baru kemudian datang ke lokasi dengan mobil pemadam kebakaran.

“Sesuai prosedur petugas pemadam kebakaran lengkap dengan mobil, akan langsung ke lapangan kalau menerima informasi ada kebakaran,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan BPBD telah menerima kabar melalui telepon yang isinya soal kejadian kebakaran di SMPN 4 di Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan di kampung ternak di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Jumat (21/8).

Dua kali informasi yang diterima itu, menurut dia, ternyata tidak benar, padahal petugas pemadam kebakaran begitu menerima informasi langsung datang ke lokasi dengan membawa mobil pemadam kebakaran.

Ditanya motif pelaku, ia mengaku tidak tahu pasti, tapi informasi soal kebakaran melalui telepon, yang tidak benar, dalam tahun ini baru terjadi dua kali.

“Kami baru dua kali ini merima ada kabar bohong soal kebakaran yang disampaikan melalui telepon,” katanya, menegaskan.

Data di BPBD, sejak 1 Januari-21 Agustus, di daerah setempat telah terjadi 29 kali kebakaran, mulai rumah, gudang, warung, juga bangunan lainnya, di 26 desa yang tersebar di 26 kecamatan.

Kebakaran juga  mengakibatkan kerugian material lebih dari Rp13,7 miliar, dan tiga korban jiwa. (sa/*mcb)

Leave a Comment