Share

BPBD Bojonegoro Petakan Wilayah Kekeringan Jelang Kemarau

Bojonegoro, 23/4 (Media Center) – Mendekati musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melakukan pemetaan desa-desa yang rawan kekeringan. Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, di musim kemarau 2017 lalu, sedikitnya ada 26 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

“Pemetaan daerah rawan kekeringan sudah mulai kita lakukan, tetapi dengan memanfaatkan data dampak kekeringan pada 2017,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono beberapa waktu lalu.

Mulyono menjelaskan, sesuai data pada 2017 setidaknya sebanyak 8.656 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 29.478 jiwa yang mengalami kekeringan. Jumlah ini tersebar di 54 dusun di 26 desa yang tersebar di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Ngraho, Kepohbaru, Tambakrejo, Sugihwaras, Sukosewu, Purwosari, Sumberrejo, Temayang, Ngambon dan Kasiman.

Saat ini, BPBD Bojonegoro masih menunggu prakiraan yang dikeluarkan dari Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang terkait prakiraan cuaca daerah di Jawa Timur, yang berpotensi dilanda kekeringan selama kemarau.

Terkait hal ini, pihaknya belum berkirim surat kepada kecamatan juga desa yang masuk daerah rawan kekeringan di musim kemarau.

“Kalau memang sudah masuk kemarau kami akan minta desa melaporkan kondisi kekeringan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.(*mcb)

Leave a Comment