Share

BPBD Bojonegoro Segera Bentuk Sekolah Sungai

Bojonegoro, 2/9 (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersinergi dengan relawan serta enam kecamatan di Bojonegoro yang dilewati Sungai Bengawan Solo untuk upaya pengelolaan sungai.

Saat ini, BPBD tengah mempersiapkan rencana program Sekolah Sungai Indonesia yang merupakan gagasan dari BNPB. Diharapkan, sekolah sungai ini bisa meningkatkan dan menumbuhkan kembali gerakan konservasi sungai terhadap masyarakat bantaran sungai.

“Gerakan sekolah sungai untuk mengurangi resiko bencana. Juga sebagai proteksi aktifitas masyarakat di bantaran sungai serta menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga sungai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Jumat (2/9).

Sekolah sungai ini adalah gerakan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam hal ini untuk ikut menjaga pentingnya sungai.

“Bojonegoro terpilih sebagai wilayah yang akan dijadikan percontohan, dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada,” jelasnya.

Andik mengungkapkan, untuk melaksanakan kegiatan sekolah sungai itu ada tiga pendamping, mulai dari Kepala Desa Rendeng Kecamatan Malo, Relawan Masyarakat Marcapada dan Relawan PMI yang sudah mendapat pelatihan dari BNPB.

“Ketiganya ini nanti yang menjadi motor penggerak sekolah sungai,” terangnya.

Sedangkan persoalan yang masih menjadi tradisi masyarakat adalah masih membuang sampah di sungai. Kesadaran masyarakat tidak membuang sampah di sungai ini masih minim.

“Di wilayah kota seperti Taman Bengawan Solo itu kotor sekali. Mulai sampah kasur, elektronik dan banyak sampah rumah tangga,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment