Share

BPBD Bojonegoro Tarik Tim SAR Gabungan

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Jumat, menarik Tim SAR gabungan yang membuka posko di Taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota.

“Penarikan tim SAR gabungan karena banjir luapan Bengawan Solo sudah surut dibawah siaga III,” kata Sekretaris BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono.

Namun, menurut dia, tim SAR gabungan tetap akan dihubungi kalau memang sewaktu-waktu dibutuhkan, misalnya air Bengawan Solo kembali naik atau ada kondisi darurat.

Koordinator Tim SAR Gabungan Bojonegoro Iptu Pol. Pardi, yang ditemui di TBS, menjelaskan penarikan tim SAR gabungan yang jumlahnya 50 personel akan dilakukan hari ini karena banjir sudah surut.

Namun, katanya, penarikannya masih menunggu kedatangan Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang akan meninjau perkembangan banjir luapan Bengawan Solo di Bojonegoro.

Ia juga menjelaskan tim SAR gabungan yang dilengkapi dengan empat unit perahu karet membuka posko di TBS sejak sungai terpanjang di Jawa meluap di daerah setempat 15 Desember.

“Selama membuka posko di TBS kami telah melakukan pencarian seorang korban tenggelam di Bengawan Solo di Kecamatan Ngraho dan sekitarnya,” ucapnya.

Data di BPBD setempat, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro terus turun menjadi 14,11 meter (siaga II-kuning), Jumat pukul 12.00 WIB.

Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dari Kota Bojonegoro juga turun drastis menjadi 24,30 meter, jauh dibawah siaga banjir (siaga I-29,00 meter). “Yang jelas kondisi banjir di Bojonegoro semakin surut,” ujar Budi, menegaskan. (samcb)

Leave a Comment