Share

BPBD Bojonegoro Tetapkan Status Darurat Kebencanaan Kekeringan

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan darurat kebencanaan pada musim kemarau saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD, Andik Sudjarwo, mengatakan, status darurat bencana kekeringan akan berlangsung hingga bulan Oktober 2015 mendatang.

“Jadi prediksi kita, hingga bulan Oktober mengalami kekeringan selama lima bulan,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Andik, pihaknya telah menyiapkan beberapa program diantaranya berkoordinasi dengan  Disnakertransos dan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bojonegoro untuk menyiapkan tangki air bersih. Tangki ini disiapkan bagi desa yang mengalami kekeringan.

Selain itu, kata Andik, Pemkab Bojonegoro telah membuat 30 sumur bor di 30 desa dengan sistem kerjasama pihak desa. Kerjasama tersebut yaitu desa menyiapkan pipa, BPBD yang mengebor sumur.

“Ada tiga desa yang sudah memiliki sumur bor,” tukasnya.

Dia menjelaskan, 3 desa itu dua diantaranya ada di Kecamatan Tambakrejo dan 1 di Kecamatan Sekar. Pengeboran sumur akan dilanjutkan lagi, setelah bulan puasa dihentikan sejenak.

“Kami menyiapkan Rp 100 Juta untuk antisipasi kekeringan ini,” tandasnya.

Andik mengungkapkan, wilayah yang rawan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro merata di beberapa Kecamatan antara lain Sekar, Tambakrejo, Kedungadem, kepohhbaru dan Sugihwaras.

“Untuk mobil tangki ada 8 unit untuk dropping air bersih,” tutupnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment