Share

BPBD Bojonegoro: Waspada Banjir Susulan Bengawan Solo!

Bojonegoro (Media Center) – Setelah mengalami penurunan debit air sungai bengawan solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sejak Rabu (10/2) kemarin, Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bojonegoro kini memperingatkan potensi terjadinya banjir luapan sungai Bengawan Solo yang diprediksi terjadi Jumat (12/2) besok.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Ketua Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Andik Soedjarwo, Kamis (11/2), hal ini diketahui lantaran terjadi peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo secara cepat di Jurug, Jawa Tengah dan dalam kondisi Siaga Merah. Selain itu, kondisi di Dungus-Ngawi siaga Hijau.

“Berdasarkan perkiraan rambatan air, maka BPBD Bojonegoro memprediksi akan terjadi peningkatan TMA di Wilayah Bojonegoro mulai besok pagi (Jumat,12 Feb), dengan posisi Siaga Kuning,” jelas Andik.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini, Pemkab Bojonegoro telah menginstruksikan beberapa hal. Diantaranya adalah para Camat sepanjang bantaran Bengawan Solo agar mengingatkan Kades dan masyarakat;
mengaktifkan kembali Potensi Tim Penanggulangan Bencana tingkat kecamatan/desa dalam rangka mitigasi/pengurangan resiko bencana; segera melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur pengendali banjir (tanggul, pompa dll) yang mengalami kerusakan serta melaporkan kepada BPBD/Satker terkait guna langkah2 penanganannya serta BPBD telah menyiagakan personil, logistik maupun bahan banjiran lainnya yang dapat dimanfaatkan setiap saat oleh masyarakat terdampak.(mcb)

Berikut Daftar Kecamatan rawan terdampak genangan pada posisi SIAGA 2 (Siaga Kuning) meliputi :
– Padangan
– Malo
– Gayam
– Trucuk
– Dander
– Bojonegoro
– Kapas
– Balen
– Kanor
– Boureno

Leave a Comment