Share

BPBD: Kerugian Kebakaran di Bojonegoro Rp13,5 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kerugian dalam 24 kali kebakaran, mulai pemukiman warga, juga bangunan lainnya, di wilayah setempat mencapai Rp13,5 miliar, sejak Januari sampai Agustus.

“Kerugian terbesar yaitu kebakaran industri mebel di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, hingga mencapai Rp12 miliar. Kebakaran di industri mebel itu, hampir semua kayu jati kualitas bagus terbakar, selain menimbulkan satu korban tewas,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Selasa (18/8).

Ia mengimbau masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman kebakaran, selama musim kemarau ini.

“Ada kecenderungan kejadian kebakaran semakin meningkat selama musim kemarau ini,” katanya.

Sesuai data di BPBD, kejadian kebakaran telah melanda sejumlah rumah warga juga lembaga pendidikan, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, Minggu (16/8).

Kebakaran dua rumah milik Siti Muntiah dan Sulikhah, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Minggu (16/8) pukul 03.30 WIB. Siti Muntiah, ditemukan meninggal dunia di antara puing rumah yang terbakar. Dalam kejadian itu, juga mengakibatkan satu mobil dan dua sepeda motor terbakar.

Menyusul setelah itu, katanya, sebuah rumah di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, juga terbakar, Minggu (16/8) pukul 11.00 WIB. Kerugian rumah yang terbakar di desa setempat, hanya Rp5 juta.

Kebakaran lainnya, lanjutnya, melanda gudang milik Unit Pelaksana Teknik (UPT) Disperindag di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, pukul 15.30 WIB.

Dalam kejadian kebakaran di gudang UPT Disperindag, jelasnya, ada sebuah mesin yang terbakar.

“Perkiraan dalam empat kali kejadian kebakaran mencapai Rp265 juta,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, kantin dan gudang SMK Negeri 2 di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota, juga terbakar, Minggu (16/8) pukul 23.00 WIB.

“Kantin dan gudang SMKN 2 ludes terbakar. Tapi di dalam gudang hanya berisi barang-barang bekas,” ucapnya.

Sesuai informasi yang diterima, kebakaran rumah di Desa Banjarsari, kantin dan gudang SMK Negeri 2 diduga disebabkan hubungan arus pendek listrik.(sa/*mcb)

Leave a Comment