Share

BPBD: Kerugian Kebakaran Ponpes Bojonegoro Rp100 Juta

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kebakaran, yang melanda sebuah bangunan asrama pondok pesantren (ponpes), di Desa Geger, Kecamatan Kedungadem, mencapai Rp100 juta.

“Kerusakan bangunan asrama yang terbakar cukup parah, sebab bangunannya dari kayu jati, ” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, Minggu (9/8).

BPBD, lanjut dia, menerima laporan kejadian kebakaran bangunan asrama di desa setempat, Minggu (9/8) pukul 16.16 WIB.

“Kami mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari posko BPBD Temayang dan Baureno. Hanya dalam waktu 20 menit empat unit mobil pemadam kebakaran sudah sampai lokasi,” jelas dia.

Namun, menurut dia, karena bangunan asrama ponpes yang terbakar dari kayu jati, maka kebakaran dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan.

“Tapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu,” tandasnya.

Sesuai data yang diterima, penyebab kebakaran di bangunan asrama pondok pesantren setempat yaitu hubungan pendek arus listrik.

“Kami sudah berulang kali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kabel listrik, yang standar, untuk menghindari hubungan pendek arus listrik,” ujarnya.

Menurut dia, banyak pemukiman warga di pedesaan yang jaringan listriknya, yang tidak memanfaatkan kabel standar, sehingga rawan menimbulkan hubungan pendek arus listrik.

Data di BPBD setempat, sejak Januari sampai Agustus ini telah terjadi 23 kejadian kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp13 miliar.

“Kerugian terbesar yaitu kebakaran di industri mebel di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, hingga mencapai Rp12 miliar,” ucapnya. (sa/mcb).

Leave a Comment