Share

BPBD: Musim Hujan di Bojonegoro Awal November

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dibandingkan kemarau tahun lalu karena awal musim hujan baru terjadi awal November.

“Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, untuk wilayah Bojonegoro awal musim hujan dimulai pada dasarian pertama November,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Senin (28/9).

Ia menyebutkan menerima laporan prakiraan cuaca dari BMKG Karangploso, Malang, pada 17 September 2015.

Sesuai prakiraan BMKG Karangploso Malang, lanjutnya, pada November sifat hujan di daerahnya masih di bawah normal berkisar 31-50 persen, dan curah hujan berkisar 101-150 mm.

Pada Oktober, lanjut dia, curah hujan berkisar 21-50 mm, sehingga belum masuk musim hujan.

Berdasarkan prakiraan BMKG itu, katanya, musim kemarau di daerahnya akan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun lalu, yang mempengaruhi jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih.

Data di BPBD bahwa warga yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 24.389 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 80.514 jiwa di 123 dusun di 67 desa yang tersebar di 16 kecamatan, per 11 September.

“Pendistribusian air bersih kami lakukan lima hari sekali/dusun,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD MZ. Budi Moelyono.

Lebih lanjut ia menjelaskan BPBD melakukan pendistribusian air bersih bersama Disnakertransos dan operator migas, dengan lokasi di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kalau memang warga yang mengalami kesulitan air bersih terus bertambah, maka armada truk tangki untuk mendisribusikan air bersih akan ditambah,” tandasnya. (sa/mcb)

Leave a Comment