Share

BPBD: Penebangan Hutan di Bojonegoro Harus Dikurangi

Bojonegoro (Media Center) – BPBD Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan penebangan luas kawasan hutan produksi di daerahnya, juga di Tuban dan Saradan, Madiun, harus dikurangi, sebagai usaha mengurangi suhu panas yang terjadi di musim kemarau.

“Kami mengusulkan kepada sejumlah kesatuan pemangkuan hutan (KPH) untuk mengurangi penebangan luas kawasan hutan produksi, agar suhu udara di daerah kami tidak semakin meningkat,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan meningkatnya suhu udara di daerahnya, yang lebih lebih panas dibandingkan tahun lalu, selama musim kemarau sangat dipengaruhi dengan kawasan hutan di sekelilingnya. Dengan demikian, semakin berkurangnya kawasan hutan, akan semakin menambah meningkatnya suhu udara selama musim kemarau.

Kawasan hutan yang mempengaruhi suhu udara di daerahnya, jelasnya, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, KPH Jatirogo, Parengan, keduanya di Tuban, KPH Padangan, Bojonegoro dan KPH Saradan, Madiun.

“Hasil pemantauan kami di Kecamatan Baureno, Padangan dan Kota, suhu tertinggi di dalam rumah mencapai 36 derajat celsius, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 34 derajat celsius,” jelas dia.

Ia juga mengatakan meningkatnya suhu udara di daerahnya juga tidak lepas pengaruh “El Nino”, yang terjadi saat ini, juga kurangnya kawasan hijau terbuka.

“Kami merekomendasikan kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup agar menambah kawasan hijau terbuka, untuk mengurangi panasnya suhu udara,” katanya, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment