Share

BPBD: Penyebab Kebakaran Bojonegoro Listrik PLN

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten

Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan penyebab kebakaran yang melanda pemukiman warga,

gudang, juga bangunan lainnya di daerahnya, terbanyak hubungan arus pendek listrik PLN.

“Bencana kebakaran memang rawan terjadi selama musim kemarau ini. Pemicunya cuaca yang

panas disertai adanya angin kencang,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andi Sudjarko, Selasa

(11/8).

Selain hubungan arus pendek listrik (korsleting), katanya, penyebab kebakaran lainnya

yaitu membuang puntung rokok sembarangan, pembakaran sampah, dan tungku perapian di dapur

yang lupa dimatikan.

“Penyebab kebakaran yang paling sering yaitu hubungan arus pendek listrik, selaintungku

perapian,” ujar Andi Sujarwo.

Ia menyebutkan, selama tahun 2015 ini terjadi kebakaran merata di 22 desa di 14 kecamatan

di Bojonegoro. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp13 miliar.

Jumlah kerugian paling besar yakni dari kebakaran yang meludeskan rumah dan gudang Adam

Art di Jalan Brigjen Sutoyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Menurutnya, kejadian kebakaran juga rawan terjadi di permukiman penduduk di pedesaan.

Sebab, sebagian besar rumah penduduk di pedesaan berdinding kayu dan sasak bambu. Selain

itu, kebakaran juga rawan terjadi di kawasan hutan.

“Akan tetapi kebakaran di kawasan hutan ini ditangani sendiri oleh pihak Perhutani,”

ujarnya.

Untuk mengatasi kebakaran, kata dia, pihak BPBD Bojonegoro telah menyiagakan semua

personel pemadam kebakaran yang berada di BPBD Bojonegoro, BPBD Cabang Padangan, BPBD

Cabang Temayang, dan BPBD Cabang Baureno.

Semua cabang BPBD itu disiagakan dua mobil pemadam kebakaran dan petugas pemadam

kebakaran.

Kejadian kebakaran rawan terjadi di wilayah Bojonegoro selama musim kemarau tahun ini.

Dalam sepekan terakhir saja tercatat ada enam kejadian kebakaran di sejumlah lokasi di

Bojonegoro.

Terakhir kejadian kebakaran melanda pondok pesantren (ponpes) pria di Desa Geger,

Kecamatan Kedungadem pada Minggu (09/08) petang. Sebuah rumah dari bambu yang berada di

kompleks pondok pesantren tersebut ludes. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,

tetapi kerugian material ditaksir mencapai Rp75 juta.

Selain itu, pada awal Agustus lalu terjadi kebakaran rumah dan gudang meubel di Jalan

Brigjen Sutoyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro. Kemudian, kejadian kebakaran pabrik

kerupuk dan perumahan di Desa Cendono, Kecamatan Padangan. Kerugian ditaksir mencapai

Rp130 juta. (sa/mcb).

Leave a Comment