Share

BPN Mulai Ukur TKD Gayam

Bojonegoro, 21/9 (Media Center) – Proses tukar guling pengganti tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang digunakan untuk pengembangan well pad (tapak sumur) C Banyuurip kini memasuki tahap pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pengukuruan ini bertujuan untuk memastikan luasan obyek tanah.

“Apakah luasannya benar 13,2 hektar atau kurang atau bahkan lebih,” ujar Wahyu Dono Nur Amboro dari Kelompok Kerja Formalitas SKK Migas, Rabu (21/9).

Ia menambahkan, akan dilakukan penaksiran harga oleh tim appraisal setelah pengukuran usai dilaksanakan.

“Dari hasil itu akan diketahui nilai TKD untuk kemudian dicarikan lahan pengganti sesuai dengan nilai tersebut,” lanjutnya.

Disebutkan, ada beberapa pertimbangan untuk menilai TKD dan lahan penggantinya. Di antaranya nilai jual objek pajak, harga pasaran, masalah sosial, dan produktifitas tanah.

Ia juga menjelaskan, proses TKD Gayam yang tertunda hingga hampir empat tahun ini dikarenakan adanya perubahan regulasi yang menjadi landasan pembebasan lahan.

“Dulu prosesnya menggunakan Peraturan Menteri Dalam Negeri, tapi setelah itu munculnya UU No2 tahun 2012. Sehingga masa transisi inilah yang menjadikan prosenya lama,” imbuh Wahyu.

Sebelumnya, pada waktu menggunakan dasar Permendagri, SKK Migas telah menyampaikan penilaian TKD Gayam dari tim appraisal sebesar Rp 79 milyar lebih.

“Dengan aturan baru ini secara otomatis penaksiran harga dari tim appraisal dulu sudah tidak berlaku lagi,” tegasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment