Share

BPPKB Sosialisasikan UU Perlindungan Anak

Bojonegoro (Media Center) – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus melakukan sosialisasi terkait kekerasan pada anak dan perempuan yang kini marak terjadi.

Kepala BPPKB, Anik Yuliarsih, Jumat (23/10), mengatakan, selama ini telah melakukan sosialisasi di tingkat masyarakat baik melalui rumah cerdas yang tersebar di seluruh kecamatan, maupun sekolah-sekolah.

“Kita harus tahu, bahwa yang melakukan kekerasan pada anak kebanyakan adalah orang-orang terdekat,” kata Anik pada kanalbojonegoro.com.

Menurut dia, semenjak adanya kasus kematian Angeline di Bali dan anak inisial PNF (9) dari Jakarta, Indonesia telah menetapkan darurat kekerasan pada anak.

“Kami terus mensosialisasikan adanya undang-undang perlindungan anak, supaya masyarakat tanggap pada kondisi disekitarnya,” tandasnya.

Anik berharap, keluarga dan masyarakat ikut berperan serta untuk menjaga anak-anak supaya terlindung dari kekerasan fisik maupun mental. Supaya, anak-anak Bojonegoro tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan bahagia.

“Kami juga mengupayakan, tidak terjadi permasalahan didalam keluarga dengan memberikan konseling kepada keluarga yang bermaslah sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

Dari data yang didapat, pada awal 2015 hingga kini ada empat kasus KDRT di Bojonegoro yang dilakukan secara psikis. Dengan rincian, korban perempuan sebanyak tiga kasus dan satu kasus pada anak.(dwi/*mcb)

Leave a Comment