Share

Bu Yoto Panen Brambang, Petani Tolak Impor

Bojonegoro (Media Center) – Berseragam PKK lengkap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto Msi, ikut melakukan panen raya bawang merah di Desa Duwel Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Panen itu dilakukan bersamaan dengan launching Cyber Extension (Cybex) di Desa setempat (6/1). Tak hanya secara seremonial, Mahfudhoh juga ikut mencabut satu persatu tanaman bawang merah dan memasukkannya kedalam “Rinjing” (wadah dari anyaman bambu-res).

Seperti halnya kegiatan panen yang dilakukan petani, Mafudloh pun rela berbasah-basah di tanah lembek yang ada di lokasi panen tersebut. Beberapa perempuan yang mendampingi Mahfudhoh, juga tak henti-hentinya tersenyum, tak lupa mereka meminta foto bersama dengan Mafudloh.

Sementara itu, Kepala Desa Duwel, Nur Hasim, berharap agar pemerintah memperhatikan nasib mereka dengan tidak membuka kran impor bawang merah. Menurut Nur Hasim, petani menilai bahwa kebijakan pemerintah dengan impor bawang merah, sangat merugikan dan membuat mereka semakin terpuruk.

“Dengan tidak menerapkan kebijakan import ini sebagai suatu bentuk penyelamatan petani bawang merah,” kata Nur Hasim. Sementara itu Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi, dihadapan petani dan kelompok tani menjelaskan, jika memang tanaman bawang merah bisa dibudidayakan sepanjang tahun maka pihaknya akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) selaku tenaga ahli pertanian.

“Kajian diperlukan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, apabila ternyata tanam tiga kali beresiko dan menimbulkan kerugian maka tanam tiga kali dilarang,” kata Suyoto. Bupati menegaskan masalah yang dihadapi petani adalah permasalahan yang kompleks, diantaranya adalah bahan baku atau bibit masih harus mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Kalau masalah air, kini tengah diselesaikan dengan membangun embung-embung di wilayah Kecamatan Kedungadem. Dengan adanya embung ini maka kebutuhan air dipastikan akan terpenuhi,” jelasnya. Suyoto mengakui, geliat bawang merah memang belum menunjukkan perkembangan karena bawang merah hasil Bojonegoro lari keluar wilayah. Namun hal itu tidak mengapa yang penting petani Bojonegoro meraih untung luar biasa dari tanaman bawang merah. (hms/ramcb)

Leave a Comment