Share

Budidaya Sereh Wangi Bojonegoro Masuk Pasar Ekspor

Bojonegoro, Media Center – Budidaya sereh wangi atau serai menjadi peluang usaha menjanjikan bagi masyarakat pinggiran hutan di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga wisata edukasi karena tanaman ini telah masuk pasar ekspor di tujuh negara.

Tanaman tersebut dikembangkan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) Rimba Makmur, binaan Perhutani KPH Padangan. Ada 5,9 hektar lahan hutan di kawasan petak 22C di RPH Donan, BKPH Tobo, KPH Padangan. Tanaman sereh wangi ditanam diantara tanaman sela yaitu pohon kayu putih dan tanaman jagung.

Cymbopogon nardus lebih dikenal dengan nama serai atau Sereh wangi atau citronella grass adalah jenis rumput-rumputan dari ordo Graminales yang khas dari daerah-daerah tropis Asia. Nardus bersifat perennial (selalu tumbuh sepanjang tahun). Tanaman ini sangat terkenal sebagai rempah-rempah dalam masakan Asia (terutama dalam kuliner Thailand dan Indonesia), namun juga dapat diseduh menjadi teh herbal dengan aroma lemon yang khas.

Manfaat lainnya, sereh wangi juga dapat dibuat menjadi citronella oil yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan seperti anti-nyamuk, anti-jamur, antibakteri, larvasidal, anti-inflammatory, aromatik, antipiretik (dapat meredakan demam dan sakit kepala), antispasmodic (bersifat sebagai muscle relaxer), dan dapat digunakan untuk agen-agen pembersih.

Juga menjadi komposisi utama dari pengobatan-pengobatan tradisional untuk meredakan demam, nyeri eksternal, dan artritis. Daun dari sereh wangi juga merupakan sumber selulosa yang baik untuk pembuatan kertas dan kardus.

Banyaknya manfaat Sereh Wangi ini menjadi alasan utama pemilik Tirta Ayu Spa tertarik bekerjasama dan menjalin kemitraan dengan LMDH Rimba Makmur. Bentuk kerja samanya berupa pembelian minyak sereh wangi yang dipergunakan untuk therapis spa dan daun sereh yang digunakan sebagai bahan minuman.

“Selain itu, kita juga sedang menjajaki peluang untuk tanaman minyak kayu putih di wilayah ini. Karena hasil sulingan dari minyak kayu putih ini sangat bagus kualitasnya,” ujar pemilik Tirta Ayu Spa, Leny.

Leny mengungkapkan, semua rempah-rempah yang digunakan untuk therapis dan spa dari alam Bojonegoro, termasuk sereh wangi. Juga membuat lulur dari daun jati

“Sudah kita ekspor ke tujuh negara. Alhamdulillah produk kami sangat diminati,” pungkasnya saat melihat areal tamaman dan penyulingan minyak kayu putih di wilayah setempat, Sabtu (20/9/2019).

Administratur (Adm) Perhutani KPH Padangan Lusy mengapresiasi rencana kemitraan tersebut. Diharapkan, dapat membuka peluang usaha bagi Masyarakat LMDH di wilayah kerjanya.

“Dengan begitu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan pendapatan bagi Perhutani,” tegasnya.

Ditambahkan, total luas budidaya sereh wangi di KPH Padangan sekarang ini mencapai 11 hektar.

Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia, Wahyu Setiawan menambahkan, budidaya sereh wangi dan kayu putih ini menjadi peluang potensi wisata edukasi. Sehingga masyarakat dapat mengetahui secara langsung proses penanamannya hingga pengolahannya.

Apalagi, lanjut Wahyu, sapaan akrabnya, di kawasan tersebut juga ada rumah pohon yang menjadi keunikan serta pesona alam berbeda dengan kawasan wisata yang lain.

“Sekarang ini minat wisatawan sudah beralih untuk kembali ke alam. Jadi ini peluang bagus untuk didijadikan objek wisata di Bojonegoro,” tandasnya.(Dwi)

Leave a Comment